Ilmu Ketuhanan (2)
================
Membina jiwa2 manusia dlm ilmu Ketuhanan itu ibarat membuat sebuah pusaka ampuh kualitas wahid.Harus berkali-kali dibakar dgn api yg membara dan ditempa dipukuli palu besi.dibakar dihantam dibakar dihantam,trus spt itu.Agar trcipta pamor indah kualitas super yang mempesona,pusaka terampuh akan masuk dlm gudang kerajaan.Suatu maha karya persembahan terbaik dan terindah bagi Sang Pencipta.
2 Juli 2012 pukul 01.40 ·
---------
Aku membuka pelajaran tentang ilmu Ketauhidan/Ketuhanan di status-statusku dan noteku, semua terbuka dan terang, tdk ada yang kusembunyikan dan bisa dilihat serta di review org banyak tentang pelajaran yang kusampaikan.... yang sembunyi2 malah menimbulkan tanda tanya orang, yang diajarkan fatwa apa??....
3 Juli 2012 pukul 15.46 ·
---------
Bilamana saudara mengikuti jalan para sufi atau ahli ilmu Ketuhanan, perlu engkau ketahui, bahwasanya engkau janganlah mengikuti langkah mereka sbgmn diakhir langkah mereka (saat mrk sudah jadi), seolah-olah engkau menyamakan dirimu dgn mereka, tapi ikutilah dari awal langkah mereka. Akan kuterangkan mengapa begitu...
Diawal langkahnya para sufi/ahli ilmu Ketuhanan itu melakukan ibadah2 lahiriah secara ekstrim melampaui apa yang engkau sangka. Diantara mrk, ada yg sholat semalam suntuk dari maghrib sampai subuh, ada pula yg dzikir semalam suntuk, ada pula yg selang seling sholat dan dzikir semalam suntuk, siangnya mrk puasa. Mereka melakukan hal seperti itu selama bertahun-tahun, paling tidak 10 tahun. Baru kemudian mereka mengurangi ibadah lahiriahnya, shngga ibadah lahiriahnya tampak biasa-biasa saja, mereka mulai memperbanyak ibadah batiniah yang tak tampak mata.
Bilamana engkau mengikuti langkah mereka diakhir lelaku mereka, seolah menyamakan kedudukanmu dgn mereka, engkau akan banyak tertipu dan banyak keblingernya. Mungkin saja engkau pandang mrk duduk2 santai kerjaannya. Bila mau mengikuti mereka, ikutilah awal lelaku mereka. Seperti itu caranya, jangan menyerah teruslah melangkah, sampai waktunya tiba, nanti juga sampai-sampai sendiri.
22 Juli 2012 pukul 22.01 ·
---------
Jika engkau ingin masuk dalam dunia Ketuhanan, belajarlah menghilangkan prasangka, engkau tak lagi berprasangka, belajar polos dan lugu seperti bayi saja, sebab baik dan buruk jua hakekatnya semua datang dari Allah. Dalam mengarungi ilmu Ketuhanan, hal yang akan engkau hadapi adalah orang-orang disekitarmu akan mencoba mempengaruhi pikiranmu, agar menjauh dari jalan Ketuhanan yang hendak engkau tempuh, seperti itulah cara kerja iblis, dengan masuk ke dalam orang2 disekitarmu, agar engkau kembali ragu dan mundur ke belakang. Hal seperti itu pasti akan segera engkau temui jika mengikutiku.
30 Juli 2012 pukul 03.46 ·
---------
Bagi para murid....
untuk sementara pelajaran Ketuhanan yang ringan-ringan saja, nanti habis lebaran saja kita sambung yang lebih dalam lagi.
Bagi yang bukan muridnya fatwa atau yang teman jauh dari fatwa, pertanyaan ttng ilmu Ketuhanan kalian tanyakanlah kepada mursyid kalian masing2 saja. Itu agar kalian menghargai mursyid kalian, masa kalian punya mursyid sendiri, tanyanya sama fatwa, mmngnya mursyid kalian, kalian anggap arca. heuheu. Kecuali kalau mursyid kalian keterangannya msh kurang jelas, bolehlah engkau bertanya kpdku.
Bagi yang tidak punya mursyid,carilah mursyid, tdk perlu byk tanya. Bagi yang tidak punya mursyid dan sdh merasa mampu sendiri tanpa mursyid, yah jangan tanya2 lagi, wong sudah merasa mampu kok masih suka nanya. heuheu. mau jadi gila yah masa bodoh saja, itu urusanmu sndiri. heuheu
Bagi yang merasa sudah punya mursyid dan salik, jangan membawa perdebatan dgnku disini. Akan ku hadiahi tendang. Kalau merasa punya ilmu, yah dikluarkan saja ilmunya kirim kesini, tdk perlu kbnyakan komentar di FB.
24 Juli 2012 pukul 22.17 ·
_________________
Fatwa Kehidupan
Syekh Muhammad Zuhri | Abah Yolhan Wijaya


Tidak ada komentar:
Posting Komentar