Powered By Blogger

Kamis, 26 Februari 2026

Post #22


 Ilmu Ketuhanan (1)

================


Dalam ilmu Ketuhanan, jangan lagi engkau sibuk memikirkan tentang pahala, jangan lagi engkau sibuk memikirkan tentang surga. Hal itu akan memalingkanmu dari kesejatian dalam lelaku, engkau terpedaya jebakan batman, yang akan membuatmu kandas, sbb engkau cendrung melakukan segala sesuatu dgn pilah-pilih, kalau pahalanya lebih besar engkau mau melakukannya, kalau pahalanya kecil engkau tak mau melakukannya. Engkau seperti pedagang yang mau cari untung paling besar, tetapi kehilangan KEMURNIAN dalam setiap lelakumu. Biar kuberitahukan kepadamu sebuah kenyataan, sebanyak apapun pahalamu tidak akan cukup buat beli segenggam tanah surga saja. Sama saja, biarpun yg engkau pandang paling alim didunia ini tetap pahalanya tidak cukup buat beli segenggam tanah surga.... jadi tidak usah bicara lagi ttg pahala dan surga, ora urus semua.....


21 Juni 2012 pukul 16.22 · 

---------


Umumnya orang2 yang susah sekali dibimbing dalam ilmu Ketuhanan justru mereka-mereka yang terlalu banyak kajian kitab-kitabnya, mengerti terlalu banyak dalil-dalil. Hal ini karena umumnya mereka sudah merasa faham dan merasa lebih mengerti, sudah merasa pintar dan puas dengan pengetahuannya. Inilah yang sering kali menjadi hijab yang tebal, yaitu adanya "merasa" lebih dari orang lain.


22 Juni 2012 pukul 19.25 · 

---------


Diantara saudara2 mungkin ada yg ingin mengetahui bagaimana fatwa bisa menjadi guru di FB ini.... Pada awalnya, ada orang-orang yang memintaku untuk membimbing mereka dalam ilmu Ketuhanan. Lalu aku menolaknya dengan menuliskan status "hanya orang bodoh yang mau menjadi guru". Karena byk yg minta dan mereka memiliki hasrat utk belajar tentang ilmu Ketuhanan sdng mrk tak memiliki dan tdk berdekatan dgn mursyid, akhirnya aku mengalah dan membuka keilmuan ini, dgn menyusun dan menjabarkan METODE-ku utk menuju Allah, juga menjabarkan tentang bab-bab ilmu Ketuhanan. Lalu banyak org2 yg tdk suka dan mengutukiku, menganggapku membuka RAHASIA ilmu Ketuhanan. Aku terpaksa memblokir mereka, agar jalannya ilmu tdk terganggu.


Keadaanlah yang memaksaku menjadi guru, bukan keinginanku sendiri, sekarang aku menjadi orang bodoh, spt yg prnah kutuliskan dahulu, "hanya orang bodoh yang mau menjadi guru".


25 Juni 2012 pukul 22.02 · 

---------


Yang disebut ilmu bukanlah apa yang kukatakan padamu, tetapi apa yang engkau lakukan dalam lelakumu. Walaupun engkau membaca hikam 1000x sampai berbusa mulutmu, semuanya adalah sia-sia dan percuma saja tanpa lelaku. Lelaku itulah ilmu yang sesungguhnya, karena "ngelmu iku kalakone kanti laku" (ilmu adalah lelaku itu sendiri). Lelaku inti dalam ilmu Ketuhanan itu adalah pengendalian hawa nafsu, untuk mampu mengalahkan dan menundukkannya. Harus banyak-banyak tirakat, kuat lapar dan kuat melek malam, wening dan dzikir sbg ibadah utama. Hampa, kosong, ora ono opo-opo....... langsung terbang tinggi saja, embuh ora ngerti sampai mana...... jadilah penduduk langit, migrasi ke alam baka, alam kelanggengan..... *cling


27 Juni 2012 pukul 01.57 · 

---------


Dunia ilmu Ketuhanan adalah dunia yang kerap kali berhadapan dengan realitas-realitas kegaiban, apakah diminta ataupun tidak diminta, pada satu titik tertentu hal2 semacam itu mmng akan dihadapi para salik. Oleh sebab itu, para salik hendaknya tdk jemu-jemunya utk berkonsultasi dgn pembimbingnya dan mengikuti instruksi serta arahan-arahannya. Sebab sebenarnya dgn bersikap tawadhu' dan mengikuti instruksi pembimbingnya dgn baik, dalam hal tersebut sejatinya cahaya dari sang pembimbing sudah masuk dan mengalir dgn sendirinya menuju kepada si salik. "cahaya hanya bisa ditangkap dengan cahaya" ilmu itu hanya bisa engkau serap dengan ketawadhuan....


28 Juni 2012 pukul 17.02 · 

_________________

Fatwa Kehidupan 

Syekh Muhammad Zuhri | Abah Yolhan Wijaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post #100

  Pernah dulu ketika pulang mondok mendawamkan sholat sunnah Tasbih dan membaca surat Al-Kahfi dalam 3 bulan tiba-tiba pada suatu malam mimp...