KUN FAYAKUN (4)
===============
Mestinya difahami bahwa samudra itu adalah samudra antara Kaf dan Nun, antara kalam dan nur........... engkau dengan mudah mendapatkan kalam itu hanya dengan membuka ayat sucimu, namun engkau tak menguasai nurnya tanpa sebuah pengenalan yang hakiki kepada Tuhanmu............. dengan sebuah kemakrifatan............
Siapakah Allah Tuhan yang disembah itu??........
Sudahkah engkau menemukanNYA??..........
DIA ada, wujud, dan sangat dekat, lebih dekat dari urat lehermu sendiri, disini, apakah engkau tidak melihatNYA??..........
4 November 2013 pukul 23.50 ·
---------
saudara, arungi samudra antara kaf dan nun, antara kalam dan nur...... kalam itu sudah ada dalam Qur'an, engkau tinggal mencari nurnya...... ini perjalanan yang susah, sebab kalam tanpa nur, hasilnya adalah hafidz Qur'an tapi kelakuan tidak Qur'ani........
Jika saya umpamakan kalam itu adalah hardwarenya, perlu software pengendalinya yaitu nur Allah.......
tanpa nur Allah ini, kalam itu hanya paling mentok bahan debat, bahan bunuh orang, bahan mengkafirkan orang, bahan cari pengaruh, bahan cari simpati, bahan cari pengikut, bahan kesenangan dan kemakmuran diri pribadi........ kalam malah menyesatkanmu tanpa nur Allah.......
dimana bisa mendapatkan nur Allah ini???......
dalam lelaku yang panjang, banyak2 tirakat, banyak2 prihatin, banyak2 menyepi, banyak2 tafakur merenung, banyak2 wening, banyak2 dzikrullah, sampai cahaya itu menyala dalam hatimu........
baru bolehlah engkau berkalam kalam ria dengan nur Allah yang sudah ada didalam hatimu.......... kalam yang keluar dari mulutmu beda, tidak sangkut diotak saja, namun bisa diresapi hati nurani yang dalam........ karena pancaran nur Allah sudah terang menyala dalam hatimu........
26 Desember 2013 pukul 04.27 ·
---------
Pernah sseorang berkata pd zahra Guru .. Cara meditasi apa pun sama sekali tidak membebaskan, tdk mentransformasikan batin manusia, Malah membuat batin lebih dalam terjerat dalam keterkondisian dan keterbatasannya.
Cara konsentrasi apa pun hanya membawa praktisinya ke dalam suatu keadaan pemusatan batin yang kuat, yang mungkin memberikan suatu rasa nikmat dan bahagia yang intens, sehingga mudah disangka sebagai kebebasan, tetapi sesungguhnya menjerat batin dalam keterkondisian dan ketidakbebasan yg lebih halus ,, dan apa benar Keberhasilan meditasi dapat di ukur dgn alat EEG Brain Mapping, alat itu unk mengukur gelombang otak .. Mohon pencerahannya kanjeng Guru _/\_
==============================================
Fatwa Kehidupan
takarannya bukan itu, tapi kun fayakun....... makin dekat Tuhan akan makin kunfayakun, soal teknik atau cara, apa meditasi, dsb dsb itu urusan masing2.........
kunfayakun itu tdk bisa diukur pakai alat apapun...... tapi pakai fakta, walau tdk masuk akal, jika apa yg dikatakan orang lalu sgera terjadi persis, dan selalu cepat spt itu, berarti dekat Tuhan......
4 Januari 2014 pukul 08.04 ·
---------
Nurlela Lela
Dengan ke fokus kehati apa tanda2 mengenal Allah guru maklum guru orang awam
================================
Orang yang mengenal Allah dengan sebenar-benarnya kenal memiliki ciri2 atribut keindahan ruhani yang luar biasa, dimana setiap perkataannya sering kali mawujud dan nyata (kun fayakun) walau semua tanpa disadarinya, kalamnya banyak mengandung hikmah, seolah2 dia adalah Al-Qur'an yang berjalan dimuka bumi ini. Tiada yang keluar dari ucapannya selain petunjuk, yang memberi keindahan dan bersifat menata. ia tak lagi terikat dengan selain Allah dalam batinnya. Ketika engkau menemukan orang seperti itu, maka dia adalah seorang yang mengenal Allah.
_________________
Fatwa Kehidupan
Syekh Muhammad Zuhri | Abah Yolhan Wijaya


Tidak ada komentar:
Posting Komentar