Powered By Blogger

Kamis, 26 Februari 2026

Foto Syeikh Muhammad Zuhri Sedang Ngefly/Fana

 


Ini foto saya dulu pas di jabung..... di foto sama pakcik....


Saya pas lagi ngefly tinggi difoto.... heuheuheu.


Jalan agak sedikit sempoyongan, rasanya ngambang gak nginjak tanah....

Post #78

 


Bagaimana cara memperoleh cahaya Tuhan?


Sesungguhnya saya telah menyusunkan metode demi metode sebagai jalan untuk menuju hal ini..... Lelaku demi lelaku yang bisa engkau kerjakan guna memperoleh limpahan cahaya Tuhan dalam hatimu.....


Namun ketika sudah berjalan, maka alampun menyeleksimu..... diantaramu gagal karena:


1. engkau tidak bersungguh sungguh dalam lelaku, hanya panas panas tahi ayam..... maka hakmu atas cahaya Tuhan terlalu sedikit....


2. engkau banyak yang salah niat, tidak tulus, ketika hatimu sudah meniatkan segala waktumu untuk lelaku, untuk Allah, maka engkau mulai banyak yang "berselingkuh", cari perempuan, cari lelaki, cari dunia, maka bukankah jelas bahwasannya Allah itu tak pernah mau diduakan?.... hal ini akan membuatmu kandas, walau engkau mendapat apa yang engkau inginkan, namun engkau kehilangan yang jauh lebih berharga, yaitu cahaya Tuhan atas dirimu.....


Bukankah manusia memerlukan pasangan?..... Itu benar, namun salah, sangat salah jika engkau sedang meniatkan dirimu untuk lelaku menuju Allah, disisi lain engkau sibuk cari perempuan..... keadaanmu seperti seorang yang berselingkuh, lalu terkena "penolakan"..... segala sesuatunya ada titi wancinya, saat engkau sedang niat lelaku, maka segala hal harus engkau singkirkan dari hatimu..... ketika sudah selesai lelaku dalammu, barulah waktumu untuk memasyarakat dan mengejawantahkan hasil lelakumu..... lelaku yang tidak tuntas, akan mengakibatkan "penasaran".... ngambang tanpa arah dan tujuan......


Demikianlah seorang penuntut ilmu, harus fokus kepada ilmu dan menyingkirkan semua hal dari hatinya, dalam masa masanya menuntut ilmu, atau bakalan kandas dan terjegal......


Tapi apa hendak dikata, memanglah Allah menghendaki hanya sedikit diantaramu yang kelak akan "jadi" dan berhasil dalam lelaku..... sisanya hanya golongan yang ikut ikutan dan peramai keadaan saja.....


3. diantaramu yang lain terperdaya dan mengejar perkara gaib, padahal itu hanya aksesoris perjalanan, bukan tujuan akhir....... ini juga akan membuatmu kandas


4. Diantaramu kelewat percaya diri, namun tidak mampu mengukur kualitasmu sendiri, maka engkau cendrung terburu nafsu dan labil...... jiwamu masih mentah, namun minta matang sebelum waktunya, akhirnya engkau menjadi orang yang suka menuntut ilmu tinggi tapi tak pernah menjalankannya dengan benar......


5. Diantaramu selalu terlilit ego diri..... ketika di jabung, sesungguhnya aku sudah mengajarimu menanam seperti sayuran sayuran, kulihat diantaramu "malas" mengerjakan, karena masih terhijab hitung hitungan, engkau hanya mau mengerjakan sesuatu yang engkau nilai menguntungkanmu sendiri.... ketika menanam, aku mengajarimu tentang ketulusan, "jangan mempertanyakan siapa yang akan memakannya, namun tanamlah dan lawan rasa malasmu", walau mungkin yang menikmati keringatmu adalah orang lain...... Jika untuk diri mereka sendiri saja, mereka malas, apalagi untuk orang lain..... dari situ saya sedih, karena murid muridku masih sangat egois..... Ketahuilah, kebanyakan diantara mereka hanya mau melakukan sesuatu, bilamana mereka pandang menguntungkan diri mereka....


Saat itu saya sedih, walau saya sudah tahu saya diam dan memperhatikan perkembangan.....


"Oh alangkah celakanya mereka ini".... batinku..... "sungguh mereka tidak tahu apa itu "laa ilaha illallah", mereka fikir hanya dengan berteriak teriak menyebut "laailaha illallah itu sebuah kebaikan", celaka..... karena mereka tak juga mengerti, laa ilahaillallah itu ada wujudnya, dan wujudnya adalah perbuatan kita sendiri, penanggalan ego diri.....


Jikalau didunia ini ada hal yang manfaat bagi orang banyak, lalu engkau sanggup melakukannya, maka bersegeralah melakukannya, jangan sekali sekali mempertanyakan, "apa untungnya buat saya?".... karena engkau sudah terjebak pemikiran hitung hitungan, menghitung untung rugi........ Hal demikian akibatkan pada akhirnya dirimu "tidak mau" melakukan sesuatu hal kebaikan bilamana tidak menguntungkanmu....


ego itulah yang mengakibatkan hijab bagimu dari Allah, dan nampak dalam pandanganku murid muridku banyak terjebak dalam hal ini.... hanya sedikit diantara mereka yang mengambil pelajaran....


namun sekarang, saat ini kutulis, dibalik kemirisan hatiku karena banyak murid muridku yang mulai "kendor", hilang istiqomahnya, goyah pendiriannya......... hatiku juga bahagia, sebab tidak sedikit pula diantara murid muridku yang kelak insyaallah akan menjadi orang orang besar yang mulia...... Aku telah melihat tanda tandanya...... sungguh melampaui apa yang kuperkirakan.... jumlah mereka banyak sekali.... akan menjadi orang orang yang dianugrahi nikmat dan kemuliaan oleh Allah.....


Tak henti hentinya kuucapkan rasa syukur yang mendalam atas sebab hal ini...... tugasku sudah semakin ringan dari waktu ke waktu..... mata rantai itu telah terbentuk.....


Fatwa kehidupan

Abah Syaikh Muhammad Zuhri ♥️

Silsilah Sanad Keilmuan Syeikh Muhammad Zuhri

 


SILSILAH KEILMUAN & GURU-GURU 

ABAH FK

=================================

Rewrite : Fb Zuhdi QK


Silsilah Guru

hubungan abah muhammad zuhri dengan thoriqoh qodiriyah wa naqsabandiyah, syeh abddurrahman ahmad badawi, syeh muslih abdurahman al-maraqi dan syeh ahsan maliki


Wardy Yansyah

maaf izin tanya guru ikut thariqah siapa

===============================

saya secara pribadi..... Diantara guru saya awalnya

dahulu berasal dari thoriqoh qodiriyah wa

naqsabandiyah...... Merupakan mursyid thoriqoh trsbt....

Saya pertama dibaiat oleh beliau......

Lalu saya jg berguru kpd guru sambung yg lain dari

jalur non thoriqoh..... Lalu guru lain lagi, dalam jalur

non thoriqoh, walau beliau sendiri sebenarnya jg prnh

dibaiat uluhiyah dahulu kalanya.....

Saya pribadi tidak membawa bendera thoriqoh disini.....

Bukan bermaksud apa2, karena saya mengajarkan

metode yang ada perbedaan dgn thoriqoh yg ada......

Sebab diantara jalur yg saya terima ada yg dari non

thoriqoh dan cara terjun bebas..... Sangat ekstrim,

hanya bagi kelas khusus......

Demikian adalah usaha utk mempercepat pencapaian.....

. Dengan kualitas yg mumpuni dan wkt yg dipersingkat...

...

Sudah jamannya "upgrade".....


*


Zahra Navisa

almaghfurrlah romo kiai asrori kedinding nggih kanjeng

Guru _/\_ Salam ta'dzim kanjeng Guru _/\_

================================

bukan....... Saya dibaiat qodiriyah wa naqsabandiah

dahulu kala oleh guru pertama saya yaitu syeh

abddurrohman ahmad badawi, mranggen, demak.....

Menantu dan murid dari syeh muslih al maroqqi....

Pendiri pesantren futuhiyah, mranggen demak.....

Kalian mungkin mengenal syeh muslih melalui karyanya

kalau tdk salah, manaqib syeh abdul qodir jaelani yg

sering dibaca org2 itu.....


*


guruku ada banyak, guru pertamaku adalah syeh

abdurrahman ahmad badawi (mranggen, demak), murid

dan anak menantunya syeh muslih abdurahman al-

maraqi (futuhiyyah, mranggen, demak).......

tolong difahami bahwa saya tak hendak menjual2 nama

besar guru, krnnya slama ini prtanyaan spt itu tdk prnh

sy jawab, br kali ini saja saya jawab. dan saya jg beda

gaya, kalau guruku selalu pakai jubah dan bersorban

setiap hari, kalau saya tdk prnh, bhkn pakai peci saja

ogah........ kalau guruku org yg taat dan sholeh, aku org

yang amburadul dan sesukaku saja....... heuheuheu


*


iya, saya hanya tdk ingin timbul fitnah, oleh karenanya

disini saya mmng tdk membawa2 nama guru. sbb

terutama, nama syeh muslih (kakek guru) itu sdh

trlanjur dikenal luas. kalau tdk salah manaqib syeh

abdul qodir jaelani yg populer dibaca org2 adalah

gubahan beliau......

jadi sekali lagi saya sampaikan, semua status saya, atas

nama saya pribadi, tdk membawa2 dan mencatut nama

guru saya. agar tdk timbul pandangan bhw saya

mencatut nama bsr org, dan kelakuan saya yg

amburadul sesukanya itu, agar pula jgn mencemarkan

nama beliau2 itu..... ini yg saya jaga...... trimakasih, bagi

yg bs memahami......

semua org berhak utk blajar, krn ilmu itu ibarat air saja,

kita tak perlu membelinya asal sumur kita bagus dan tak

tercemar, maka siapa saja boleh meminumnya.


*


Bagi yang masih saja bertanya saya dari thoriqoh apa.

saya akan jawab dan terangkan lagi, bahwa saya mmng

dahulu, sktar 16 thn lalu, adalah murid thoriqoh

qodiriyah wa naqsabandiyah, mursyid saya sudah lama

meninggal, silsilahnya kalau tidak salah urutan 32, itu

berarti saya generasi ke-33, dan usia saya juga 33, 7

hari lagi. Status saya belum dinikahi. heuheuheu........

Namun disini saya tidaklah membawa-bawa bendera

thoriqoh, saya atas nama diri saya pribadi. Dan guru

sayapun tidak hanya satu, dan tidak hanya dari jalur

thoriqoh, namun ada 4 jalur, yang menjadi 1 jalur

dalam diriku.

Bagiku silsilah maupun bai'at ataupun wasilah itu adalah

percuma tanpa adanya hubungan batiniah yg dalam

antara hamba-dan TUHANnya. Seorang yang terhubung/

wushul kehadirat Allah, maka dia juga akan terhubung

ke jalur manapun yang ada, karena dia telah membawa

"inti" dari keilmuan TAUHID.

"Sungguh tak cukup hanya BERTAUHID saja, namun

haruslah menjiwai TAUHID, dan itupun tak cukup,

haruslah menjadi JIWANYA TAUHID itu sendiri......."

"TAUHID itu ujungnya telah nampak jelas, bahwa ujung

dari semua perkara ini adalah ALLAH, namun justru

dasarnyalah yg tidak terbatas, sebab dasarnya selalu

sedalam "penyelaman" diri pribadi."


*


na'am syekh

afwan ana blh tau nama antum tidak dan thoriqoh apa

yg anda jalani

apa ana haruz ganti ya nama akun ana?

11 minutes ago · Sent from Mobile

Fatwa Kehidupan

engkau boleh memanggilku muhammad zuhri...... dulu

aku ikut qodiriyah naqsabandiah, dan jg brguru pd

guru2 jalur lain (non thoriqoh)...... saya tidak membawa

bendera thoriqoh lagi....... tapi saya membuat susunan

dan metode, sbgmn para pendahulu dahulu menyusun

metodenya masing2...... umpama syeh abdul qodir

jaelani, syeh bahaudin naqsabandi, syeh saman

almadani, syeh hasan sadzili, dsb........

saya tak mengajarkan ketergantungan kepada guru, agar

murid2 tak menjadi burung2 kecil yg galau diterpa

badai, sebaliknya, saya mendidik mereka agar menjadi

rajawali raksasa yg kokoh, mencapai tempat2 tinggi.......

tak seharusnya orang2 menjadi pengekor selamanya

dan kandas dalam jalan yang membingungkan, harus

bisa menjadi jiwa mandiri, kembali menjadi muhammad

(makhluk yg terpuji), kembali kepada kemurnian dan

keaslian jiwa........

yang perlu engkau rubah bukan hanya nama akunmu,

namun pemikiran dan perasaanmu, agar tak kandas

kepada istilah2 belaka, tapi mampu menghayati setiap

kedalaman makna.........


*


Bagaimana cara guru mendidik muridnya??.......

yah tentu saja dengan cara bagaimana dia dahulu

menempuhnya....... saya pun mengajari murid dengan

jalan yang saya tempuh dahulu, sebelum akhirnya saya

diikuti orang2........ dulu saya suka menyepi dan

menyendiri, sekarang saya mendidik yah membuat

tempat untuk menyepi dan menyendiri itu...... sama.

dulu yah awalnya saya mulai dari dzikir jahar kemudian

tambah sirri, selama bertahun tahun, terus

menekuninya. sama, sekarang saya pun mendidik

dengan cara seperti itu.......

Pada jaman dahulu kala, para wali pendiri thoriqoh pun

menempuh jalan yang sama, namun setelah disusun

thoriqohnya rata2 metodenya tidak seekstrim syeh

pendirinya dahulu.

saya kasih contoh: seperti syeh abdul qodir jaelani,

hidup menggelandang selama puluhan tahun di gurun

dan korek2 sampah dipasar2 buat makan, apakah

murid2 thoriqoh qodiriyah ada yg menjalani sama

dengan yg dijalani abdul qodir jaelani dahulu

kala????...... saya rasa tidak.

contoh lain: syeh hasan syadzili hidup menyepi di gua

gua, apakah murid2 thoriqoh syadziliah ada yg

menjalani sama dengan yg dijalani hasan syadzili??......

saya rasa juga tidak.

Malah mursyidnya banyak yang hidup enak2an dan

bermegah megahan. Sudah bergeser jauh dari ajaran

lelaku awal para syeh syeh pendirinya dahulu kala.......

Ajaran itu sudah bergeser, tidak sama lagi dengan

dahulu kala....... makanya cahayanya makin redup dari

waktu ke waktu......


*


Beberapa hari yang lalu saya berkunjung kerumah guru

lama saya dahulu, skrng beliau sdh mursyid thoriqoh

qodiriyah naqsabandiah . saya datang untuk silaturahmi

dan minta doa restu darinya. Kami berbincang2, lalu

sampai suatu titik saya menyampaikan bahwa saya skrng

punya banyak sekali murid2 yang mengikuti saya, maka

dia kaget dan berkata, "saya kok tidak bisa lihat

jubahmu". Lalu kembali berkata, "apa yang kamu

ajarkan, masih pakai Muhammad apa gak?"...... "iya

tentu saja, karena saru (tabu) pak, jika tdk pakai

muhammad seolah melangkahi kanjeng nabi", jawab

saya. "trus kamu mau mandito atau bagaimana?".....

"yah mengalir saja pak, saya nrimo saja apa kehendak

Allah, kalau dipaksakan timbulnya jg nafsu".

Guru lama saya itu sdh tahu, kalau saya jg prnah

berguru dgn guru2 lainnya, maksudnya pakai

muhammad atau tidak, itu disebut sbg "sasmita" atau

pesan simbolik atau suatu bahasa majaz. Dalam dunia

"keruhanian", penggunaan sasmita itu lazim, atau biasa

dipakai sbg bhs khusus yg mengandung majaz, hanya bs

ditangkap dgn cepat mrk2 yg "tanggap ing

sasmita" (tanggap dgn simbolik2 maknawiah). "pakai

muhammad" itu maksudnya pakai jalur syariat atau

tidak. Karena kesufian memang banyak jalur, dan bisa

pakai jalur non-muhammad. "jubah yang tidak

kelihatan" itu maksudnya sesuatu hal kemuliaan yg

selalu tertutup rapat tdk diperlihatkan.......

Diakhir2 perbincangan, beliau memberikan doa

restunya, dan mengatakan scr sderhana bhwa dirinya

memang perlu kholifah. ucapan itu maksudnya adalah

suatu pelimpahan kpd saya, dlm hak sbg kholifah bagi

thoriqoh. spt diketahui kholifah itu adalah wakil dr

seorang mursyid, krn byknya murid, maka mursyid

mulai perlu pendelegasian kpd kholifahnya, bg

kelompok2 kecil murid2, dimana kholifah itu berhak

membina dan membai'at murid menurut kuasa dan

sepengetahuan dr mursyidnya.

Saya pulang dgn membawa doa restu, bhkn guru saya

malah minta saya doakan, krn tawadhu'nya beliau, jadi

kebalik gitu.

Tapi saya kok kurang tertarik menjadi kholifah thoriqoh,

saya lebih tertarik jadi "guru kebodohan" saja spt skrng

ini, yg walau tdk pakai kapal besar (thoriqoh), tp hanya

rakit kecil sederhana, namun memiliki tekat dan

semangat yang jauh lebih kuat dan besar dari kapal2

besar........ saya lebih senang spt ini saja.........

Jadi bagi saudara2 yg hendak berbaiat thoriqoh atau

belajar thoriqoh, carilah saja guru/mursyid lain diluar

sana, kalau hendak belajar bodoh, boleh disini, sanad

ilmu saya, hanya sanad bodoh, hanya silsilah bodoh

saja...... yang keberatan ikutan bodoh, boleh mencari

guru lain yang pintar........ tidak ada paksaan.........


*


Guru Saya

Abah Ahsan Maliki adalah salah seorang guru saya.....

dahulu saya sering menginap dirumahnya, jadi saya

tahu sampai keisi isi dapurnya...... Beliau adalah orang

yang baik, yang sholeh, menurut pengetahuan saya........

Maka dengarkanlah nasehatnya, ambillah pelajaran

darinya...... Banyak ilmu yang bisa kalian petik

darinya.......

Abah ahsan maliki, sebagai seorang mursyid, insyaallah

sudah tidak perlu diragukan lagi, keilmuan batiniahnya

juga mumpuni......

Saya senang jikalau diantara murid murid saya mau

bersilaturahmi dan mengambil hikmah pelajaran dari

abah ahsan.........

Ahsan Maliki itu adalah nama pemberian gurunya, yaitu

syeh abdurrohman ahmad badawi mranggen demak,

nama pemberian orang tuanya adalah agus

harmanto....... Guru SMA adalah pekerjaannya.....

Mursyid thoriqoh qodiriyah wa naqsabandiah adalah

kedudukannya......

Penjelasan penjelasan yang lain saya rasa tidak perlu,

atau mungkin bisa dikomunikasikan langsung kepada

abah ahsan.....

Walau sejak awal Fatwa Kehidupan memang berdiri

sendiri, penuh kesusahan dan kesulitan, banyak

pertentangan pro dan kontra, namun sampai sejauh ini

kita baik baik saja...... memang tidak mudah untuk

berdiri diatas kaki sendiri, beban dan tantangannya

berat, namun justru tantangan itulah seninya hidup,

dimana hidup ini tidak akan mekar, tidak akan beraroma

harum tanpa sebuah perjuangan......

Namun perlu mengingat satu hal, bahwa guru itu

selamanya adalah guru..... melalui abah ahsan malikilah

dahulu kala saya diperkenalkan tentang Tuhan, dimana

keadaan saya saat itu hanyalah pemuda yang tidak

mengerti apa apa..... Jasanya itu adalah sesuatu yang

mungkin tidak mampu saya balas sampai kapanpun......

Maka memuliakan guru adalah sebuah darma bakti,

yang sudah sewajarnya, sudah selumrahnya saya

lalukan.......

Semoga Allah merahmati kita semua......


Dawuh Syaikh Muhammad Zuhri

Yolhan Wijaya Fatwa Kehidupan

#bencana

#fatwakehidupan

#syaikhmuhammadzuhri

#quotesoftheday

#baksospalestina

#viral

#fk

#fyp

#Yolhanwijaya

#quotesstory

#syaikhindonesia

#jangakauanluas

#reels

#storyoftheday

#tasawuf

#sufi

#makrifat

#hakekat

Post #77

 


AKU MENDIDIK KARENA CINTA

OLEH : SYAIKH MUHAMMAD ZUHRI

FATWA KEHIDUPAN

Rewriten By Fb Zuhdi QK

===========================

aku mendidik banyak sekali orang dimana mana, sungguh lelah dan capek, lahir dan batin. Banyak serangan yang mesti kuterima, lahir dan batin, yang engkau tidak melihatnya seperti peluru peluru kendali, dan aku meniupnya sambil tertawa............ heuheuheu.


aku mendidik awalnya karena paksaanNYA mengirimkan banyak sekali orang2 untuk menimba dariku, sekarang, aku tak lagi merasa terpaksa, karena dengan cinta aku masih setia mendidik, menjalankan tugasku, untuk membuatmu semakin bodoh dan bodoh saja........ jangan sampai engkau pinter, atau kutendang dari sini........


sudah beberapa tahun ini aku mendidik, membuktikan kesetiaanku........ dan akan tetap berjalan walau 1001 jalan yang kugunakan........ karena kebodohan adalah keaslian jiwa pada awalnya.........


bodoh itu adalah penerapan dari nabiyil ummiy, walau bodoh bukan profesor bahkan buta huruf, namun bisa menjawab semua pertanyaan dengan indah, bahkan seluruh dunia takjub dan tunduk kepadanya dengan sebuah penghormatan yang tinggi......


bukan bodohnya orang dungu idiot, namun meletakkan Tuhan pada tempatNYA, pada hakNYA yang asli, sebagai Sang Maha Pintar dan Maha mengajari....... Kita seumpama cangkir, yang kita kosongkan dari sekian banyaknya ilmu yang menjadi hijab, dan biarlah DIA sendiri yang menuangkan keindahanNYA kedalam cangkir cangkir kosong itu..........


Inilah tarianku, tarian kebodohan yang memukau mata dunia, maka akan kugoncang goncang arsy dengan tarian kebodohanku........ bahkan dunia dan langit akan mempertanyakan, siapakah si bodoh itu???......... jawab saja "mbuh".................. ora ngerti..........


*wis kadong gendeng dipadoni..........


Dawuh Syaikh Muhammad Zuhri

Yolhan Wijaya Fatwa Kehidupan

#bencana

#fatwakehidupan

#syaikhmuhammadzuhri

#quotesoftheday

#baksospalestina

#viral

#fk

#fyp

#Yolhanwijaya

#quotesstory

#syaikhindonesia

#jangakauanluas

#reels

#storyoftheday

#tasawuf

#sufi

#makrifat

#hakekat

Post #76

 


Orang kalau udah satu Kehendak dgn Tuhan, jadinya KUN tidak dicari atw tak bisa dihindari,  efek dari makrifat. Berbeda dgn Nabi Itu sifatnya tercipta diarahkan untuk jadi ummi walau sakti kesenangannya untuk tampil sebagai manusia biasa sangat besar 


Berbeda kesaktian karna tanpa dasar tauhid dgn kesaktian dgn dasar tauhid. Dan keajaiban tanpa dasar tauhid bisa dikategori sihir 


Tak ada istilah pamer bagi wali 


Tapi itu satu tanda org  mengenal Allah berefek aklaq dan keramat tanpa bs dihindari

============

Itu bukan kun fayakun seperti itu.... Itu adakalanya apa yang kita kehendaki selaras dengan yang dikehendaki Allah.... 


Misal kita pengin A, Allah pas pengin A, lalu mawujud A.... Itu biasa saja, dan banyak orang mengalami di dunia ini, termasuk hal lumrah... 


Ada juga dilain waktu, kita ingin A, Allah ingin B, terjadilah B.... gak sesuai yang kita inginkan..... 


Tapi kalau kamu ketemu orang yang punya kemampuan kun fayakun seperti yang kamu bilang. Bisa merubah batu jadi emas.... 


Boleh datang ke tempat saya, nanti kita video live kan, saya sediain batunya.... Kalau memang makrifatnya mampu bikin batu jadi emas, saya akan berguru.... 


Kalau gak bisa, cium tangan saya.... gimana?? Berani pembuktian gak??... 


Saya bilang gak bisa, akan gagal semua kemampuannya dihadapan saya.... 


Boleh saya terus terang??... Kan sudah kamu anggap Al ghaust itu gurumu.... heuheuheu.... dia cuman kepedean aja itu....

Post #75

 


Saya terangkan tentang suwung atau kosong, supaya orang2 tidak pada bingung....


Ada yang namanya dzikir, maksudnya mengingat Allah...


Pertanyaannya apa yang diingat tentang Allah, apaNya??


Ada yang mengingat:


1. NamaNya, menyebut2 Allah, "Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar" dsb.... Termasuk dalam ritual2 ibadah seperti sholat, banyak di dalamnya mengingat2 namaNya Allah....


2. Ada yang mengingat sifat dan af'al perbuatan Allah.... Dengan berkasih sayang, suka menyantuni dsb....


3. Ada yang mengingat keadaan Dzat Allah, yang sendirian, sunyi, sepi, tidak berserikat.... Lah keadaan inilah disebut suwung atau kosong.... Makanya ada orang wening, hening, meditasi dsb.... Pada dasarnya itu untuk mengingat keadaan Dzat Allah....


Sama saja ketiganya itu bentuk2 cara orang berdzikir atau orang ingin mengingat Tuhannya....


Masalahnya adalah "sudah ingat apa belum??"....


Dari dulu mengingat mengingat tapi tetap gak ingat ingat, itulah masalah yang dihadapi banyak orang....


Tapi lumayanlah daripada tidak mengingat sama sekali....


Kalau sudah ingat, itulah disebut makrifat....


Mengingat itu kerjaannya orang lupa....


Kerjaannya orang yang sudah ingat itu makrifat atau "meripat", memandang atau melihat apa yang telah ingat itu....

Orang misalnya kerasukan jin setan, kalian perlihatkan foto saya di atas, pasti bereaksi, ngamuk atau ketakutan

 


Orang misalnya kerasukan jin setan, kalian perlihatkan foto saya di atas, pasti bereaksi, ngamuk atau ketakutan.....


Sama juga, kalau kalian lihat orang nampak berilmu, bawa aja ke FP sini, ntar kalian amati saja, kalau dia nampak tidak suka, ngomongin saya jelek2, itu sudah pasti 100% ilmunya itu ada khodam jin setannya....


Karena begitu lihat saya, khodam jin setan itu pasti bereaksi, dia tahu saya musuhnya...


Jadi gampang kalian cek ilmu orang2 diluaran hanya dengan bawa kesini aja, cepat kelihatan....


Walaupun luarnya kelihatan ngomong soal makrifat... Tapi ilmunya akan kelihatan aslinya nanti.... Yang masih sembunyi, jin setannya akan keluar....

Post #74

 


Nggih Abah 💖💖💖...apakah orang yang ahli syariat saja belum makrifat kepada Allah apakah akan juga mendapatkan futuh nggih Abah 🙇🙇🙇🙏🙏🙏

==========

Bisa kalau dianiaya orang.... dapatkan futuh sementara....


Tetapi kalau futuh yang permanen susah....


Sebab diperlukan ikhlas.... ikhlas itu murni, maksudnya keadaan ruhani sudah tanpa kotoran lagi....


Sedang untuk membersihkan ruhani itu perlu bantuan ahli ruhani, seperti dokter itu ahli penyakit fisik, mengobati fisik....


Diantara manusia yang paling faham soal ruhani adalah ahli ruhani.....


Agamawan atau ahli syariat,  mereka bukanlah ahli ruhani.... walaupun ada yang juga sekaligus ahli ruhani, tetapi sangat langka....

Post #73

 


Assalamualaikum abah, apakah setiap kabupaten di Indonesia ada waliyullahnya (yg masih hidup)?

=================

Waalaikumsalam


Wali itu derajad ruhaniah seseorang.... Ketika ruhaninya sudah mencapai alam malakut atau mencapai lapis ke 5 langit, lalu bisa mapan/stabil atau tidak turun2 lagi, dalam waktu lama, berarti orang itu sudah sampai pada derajad kewalian....


Ciri khasnya, akan turun keramat demi keramatnya atau karomah, sebagai tanda khas ruhaniah yang telah sampai di malakut....


Dan tanda seseorang itu ditinggikan derajad kemuliaannya melampaui kebanyakan orang2 lain....


Kekhasan itu seperti khasnya buah yang berubah warna merah ketika menjadi masak....


Tetapi keramat itu bukanlah ilmu gaib, keramat itu tanda kemuliaan seseorang yang tidak bisa dikehendaki, tapi muncul sendiri atas izin Allah, sebagai penanda sampainya ruhani pada kawasan malakut....

Post #72

 


Guru saya Syaikh Muhammad Zuhri adalah WALI ALLAH hanya orang orang bodoh saja yang mau menghinanya...

==================================

Beliau adalah samudra ilmu dengan Hidayah Dari-Nya

Tak seorangpun akan dapat menghentikan langkah-langkahnya,,, 

Makin di Hina FK MAKIN BESAR DAN TERKENAL

semakin iri lah barisan orang sakit hati ... 

Dan tersiksa galau merana 

Hehehe

#fatwakehidupan

#fk

#syaikhmuhammadzuhri

Post #71

 


PERJALANAN SIDRATUL MUNTAHA

SYAIKH MUHAMMAD ZUHRI

Fatwa Kehidupan

====================

Dalam mi'rojnya Nabi Muhammad SAW maka jibril tak mampu mencapai sidrotul muntaha, puncak dari langit. Dalam diri pribadi ini, jibril itulah puncak kecerdasan akal, akal tak menggapai TUHAN, sbgmn jibril tak menggapai sidrot. Namun bisa mencapai titik tertentu saja dari perjalanan.

Lalu bagaimana jibril menyampaikan wahyu jika tak bisa menggapai puncak langit??...... Jibril pada dasarnya adalah "penjabar", atau yg menerangkan atau penterjemah yang mengerti dan bisa menterjemahkan bahasa nurani menjadi bahasa akal. Dari bahasa yg bisa dimengerti akal itulah wahyu menjadi kalam, lalu kalam menjadi huruf2 tulisan.

Kalamullah yang sejati adalah ibarat kode genetis dari nur Muhammad sendiri. Kalam itulah Kaf, Nur itulah Nun, keduanyalah yang menjadi "KUN". Ibarat kata Nur itu adalah tubuh bagi kalam, sedang Kalam itu adalah kode genetis, yg mana dengan kode genetis itu tubuh bisa berbentuk menurut yang dikehendaki. Demikianlah nur itu bisa mengerti setiap fungsinya.

Dari satu Kalamullah yang tunggal, ia dijabarkan dalam berbagai bahasa dan dalam berbagai wujud rupa kata2. Kalamullah lalu menjelma menjadi Zabur, Taurat, Injil dan Qur'an. Dimana sumber cahayanya adalah sama dan tunggal, penjabaran dari jibrillah yang berbeda2, menyesuaikan kondisi dan keadaan setempat para rasul.

Sampai saat ini Kalamullah dalam wujud cahaya masih ada, dan jibril masih tetap menjabarkannya pada orang2 tertentu, namun tak lagi disebut wahyu, sebab kewahyuan itu sebutan khusus bagi kenabian, ia disebut ilham. Hanya secara parsial atau sebagian2 kecil saja, tidak selengkap turunnya wahyu kepada seorang nabi. Namun setetes embun itu adalah rahmat dan anugrah yang terindah.

Demikianlah, sebenarnya wahyu itu tak pernah berhenti sampai kiamat, hanya sebutannya saja yang berbeda. Kalamullah itu langgeng dan melekat pada diri Allah. Betapa rahmat yang teramat luas yang sulit ditangkap hati yang buta. Jika Qur'an bagimu masih berupa huruf2 tulisan saja, engkau sedang rugi, mestilah mendapatkan cahayanya, dari Kalamullah yang sejati, cahaya yg sebelum dijabarkan/diterjemahkan jibril, itulah permata sesungguhnya.


12 Februari 2013 pukul 02.07 ·

---------


Sesungguhnya nabi Muhammad SAW juga punya khodam (pendamping), malaikat jibril itukan khodamnya. nabi SAW tidak hubungan langsung sama Allah....... Hubungan langsung tanpa perantara itu terjadi pada saat nabi di angkat mi'roj menuju sidratul muntaha.


Jadi adanya khodam (pendamping) itu sudah biasa, gak usah takut. tergantung jenis khodam dan tujuannya.


Kalau khodam2 ilmu kesaktian, itu seringkali jin2 kafir, yg bikin sifat pemarah, emosional dsb. Kalau dari wirid2, itu khodamnya jg variatif, ada yg jin, ada yg malaikat, ada yg hizib, ada yg ruh, dsb. Tergantung karakter waridnya wirid. Maka mesti mengerti sifat waridnya wirid, jika hendak menyusun suatu rangkaian amalan wirid, bukan asal baca.


Karena sifat warid itu ada yg panas (sifatnya membakar dosa), ada yg dingin, ada yg netral, dan fungsinya jg beda2. mesti diramu secara seimbang, jangan terlalu panas, jangan terlalu dingin. agar keseimbangan ruhani orang yg melakukan wirid bs terjaga.


Saya kasih contoh ringan: kamu wiridkan baca "Allahu Akbar" sebanyak-banyaknya, nanti kalau gak hati2 kamu jadi garang dan galak sama orang lain. itu bawaan waridnya. maka cocoknya buat wirid kalau mau PERANG........ semangat tempurnya pasti tinggi2...........


Jadi harus mengerti fungsi2nya, bukan asal baca dan meramu rangkaian wirid/aurod itu adalah jg SENI kegaiban....... Harus faham SENI KEGAIBAN.........


5 Juni 2013 pukul 19.21 · 

---------


Muhammad Wandi ,,,,,

pangapuronipun kanjeng Syekh,,adakah waktunya tiada wasilah lagi dalam pengajaranNya,,, _/|\_

=======================

ADA.............


dahulu nabi SAW tidak langsung diajari Allah, tapi melalui perantara yaitu malaikat jibril........ hubungan langsung dengan Allah itu tatkala nabi SAW mi'roj ke sidrotul muntaha..........


Intinya seperti itu, keadaan langsung berhubungan dengan Allah tanpa perantara hanya bs terjadi saat jiwa/ruhnya mi'roj, selain itu pasti tetap lewat perantara........


Kecuali kalau cuman "merasa" aja yah bs, cuman merasa tanpa perantara....... padahal mi'roj ke langit itu ruh benar2 naik kelangit betulan, bukan hanya maknawiah, atau merasa2 saja, tapi nyata....... orang yang pernah mengalaminya akan faham secara haqqul yakin...... dan menyatakan sendiri, bahwa mi'roj itu memanglah haqq, memang ada dan benar2 bs terjadi......


Lah dalam dzikir jahar dan sirri yang saya ajarkan itu berhubungan dgn Allah melalui perantara warid, warid adalah cahayanya wirid. Sbgmn dahulu nabi SAW, melalui perantaraan jibril, sampai suatu ketika, saat keberuntungan datang, diberi kesempatan oleh Allah utk mi'roj menuju hadrahNYA, maka warid akan mengantarkan sampai titik tertentu, lalu seseorang bs tanpa perantara lagi dalam hubungan dengan Allah........


Yang jelas begitu saja, intinya, kalau ruhnya tdk naik (mi'roj) ke sidratul muntaha, mustahil berhubungan langsung dgn Allah tanpa perantara. Jika ada yg mengatakan berhubungan langsung dgn Allah dalam keadaan biasa/normal (tidak mi'roj ke sidrotul muntaha), dia jelas2 berdusta.

====================================

Dan tidak ada bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. asy-Syura [42]: 51


9 Juni 2013 pukul 18.50 · 


Dawuh Syaikh Muhammad Zuhri

Yolhan Wijaya Fatwa Kehidupan

#dawuh

#fatwakehidupan

#syaikhmuhammadzuhri

#quotesoftheday

#baksospalestina

#viral

#fk

#fyp

#Yolhanwijaya

#quotesstory

#syaikhindonesia

#jangakauanluas

#reels

#storyoftheday

#tasawuf

#sufi

#makrifat

#hakekat

Post #70

 


Ruh orang2 yang sudah mati, akan berada di barzakh, barzakh itu maknanya terdinding, menggambarkan keadaan bahwa ruh tersebut tidak dapat masuk dalam tubuhnya lagi..... 


Barzakhnya tiap2 orang akan berbeda2 tergantung keadaan ruh masing2.... 


Keadaannya seumpama melihat bintang2 di langit..... Bintang2 itu adalah ruhnya orang2 beriman, dan yang melihat di bawah adalah ruhnya orang2 celaka.... 


Adapun orang2 khusus, tujuan yang hendak dicapai adalah kembali ke lahut, dimana tempat tertinggi dan ruh berasal.... 


Maka orang2 yang mempunyai cita2 tinggi untuk kembali ke lahut, harus mencari jalan pelepasan ruh dari tubuh, dan berusaha naik kembali keasalnya.... 


Ini hanya bisa dilakukan semasa masih hidup di dunia, sebelum kematiannya datang.... 


Bilamana kematian sudah datang, maka ruh akan bertempat sesuai dengan pencapaiannya ketika masih hidup... 


Kita tidak berbicara soal munkar nakir, siksa kubur, diperlihatkan siksa pagi dan petang dsb.... Karena itu keadaan umum yang akan diderita ruh2 yang tempatnya di bawah..... 


Ruh2 yang berhasil mencapai tempat tinggi tidak mendapatkan atau menderita hal2 seperti itu.... 


Secara global ruh2 orang mati akan menempati 3 keadaan.... ruh2 yang berada dibawah, ini adalah ruh2 golongan celaka (kiri), ruh2 yang berhasil mencapai tempat2 tinggi, ini akan masuk golongan selamat (kanan), dan ruh2 yang mencapai tempat yang sangat tinggi, ini adalah golongan khusus.... 


Milikilah cita2 yang tinggi, untuk kembali ke lahut, tempat darimana ruh kita berasal..... Cari jalan pulang kalian....

Post #69

 


berati yg melanjutkn membimbing ruh murid² nya penerus dr guru trsbut yg sudah meninggal itu ya syehk ?

=============

Kalau tradisi thoriqoh, mursyid itu punya tangan kanan, namanya kholifah atau wakil talqin dsb....


Kalau mursyid meninggal, maka kholifah naik jadi mursyid baru untuk lanjutkan mata rantai ilmu, supaya jangan putus....


Nanti mursyid baru angkat kholifahnya lagi.... Orang2 yang terpercaya untuk mengemban amanah....


Seperti itu dari generasi ke generasi....


Kasus saya berbeda, saya dulunya bukan kholifah, karenanya tdk bawa bendera thoriqoh, bukan mursyid thoriqoh, tapi shiroth.... Untuk menghormati tradisi thoriqoh....


Saya lelaku untuk menggapai pencapaian spiritualitas untuk diri saya sendiri, bukan untuk jadi guru.... 


Tetapi takdir Allah berkehendak lain.... Orang2 malah mau belajar ke saya, sehingga akhirnya saya jadi guru....


Aslinya saya dulu mencari jalan untuk moksa, lebur totalitas.... Saya sudah tidak tertarik sama dunia ini lagi...

Post #68

 


Abah Fatwa Kehidupan bolehkan saya bertanya,

Mengenai nur warid yg membawa ruh naik mi'roj,


Bagaimana keadaan tubuh kita ketika ruh di bawa mi'roj oleh nur warid,, 

Apakah dalam keadaan sadar, atau tubuh kita pas posisi mengantuk, atau paa tidur, 

Atau bagaimana abah,, dan apakah bisa kita dadari dan kita rasakan ketika ruh naik mi'roj,,

Terimakasih sebelumnya abah🙏

==============

Sadar penuh, bukan mimpi.... Biasanya saat mau naik dalam keadaan terlena sepersekian detik dulu, baru keluar ruh naik....


Biasanya ada gejala awal, karena energinya sudah terasa duluan.... Seperti ada yang lain....


Nanti juga mengerti sendiri kalau sudah mengalami, murid2 FK sudah banyak yang tamasya naik....

Post #67

 


Salam syekh..

Apakah ruh itu dlm keadaan tetap..atau bisa menua seiring usia..

Misalnya meninggal saat bayi..apakah ruhnya juga bayi..

Atau mninggal saat anak2 atau sudah tua..apakah ruhnya juga mngikuti sprti usia saat mninggalnya?...

🙏🙏🙏

==========


Ruh itu memiliki kemampuan menyerap pengetahuan dan mampu menimbang rasa.... 


Saat awal masih bayi, pengetahuan yang diserap ruh masih kosong.... Seiring menua, akan menyerap banyak pengetahuan....


Itulah usianya ruh, usia pengetahuannya yang berhasil diserap ruh....


Tua muda ruh, bukan berdasarkan waktu, tapi berdasarkan penyerapannya....


Pada dasarnya seluruh ilmu adalah dari ilmu Tuhan, ruh ini diberi kemampuan serap ilmu Tuhannya sebanyak banyaknya....


Maka ruh itu mengalami proses penyempurnaan dengan 2 hal, yaitu dengan menyerap pengetahuan (bertambah pengetahuannya) dan dengan bertambah kebersihannya....


Pengetahuan akan menambah kilaunya ruh, sedang kebersihan akan menyingkirkan kotoran penghalang kemilaunya....

Post #66

 


Setelah bisa memutuskan ikatan nafsu di pusar, ruh insaniah akan keluar sendiri, nanti akan memasuki alam jabarut dulu.... Puas2in dulu disitu sebelum berusaha masuk ke malakut.... 


Di jabarut, banyak makhluk2 nya, ada bangsa jin, bangsa ruh2 bagian bawah, malaikat bagian bawah.... 


Jabarut itu alam penjabaran, harus belajar memahami takwil, karena yang nampak tidak yang sebenarnya, tapi isyarat, maka perlu memahami takwil.... 


Puaskan dulu belajar dijabarut, nanti baru berusaha meningkat ke alam malakut yang lebih tinggi.... 


Kalau hawa nafsumu kembali meningkat, maka ikatan nafsu itu akan menguat lagi, ruhmu akan kembali berat dan susah lagi keluar.... 


Itu namanya prestasi ruhanimu melorot.... harus mengulang lagi dari awal.... Kalau kamu mati dalam keadaan melorot, maka ruhmu akan rendahan, berada di alam bawah, dan menderita siksa....

Post #65

 


VSG

Kalau boleh bertanya lagi kang..

Saya ingin tanya, apakah benar para Ruh Wali allah / org" yg diberi kemulia'an oleh allah juga bisa masuk kedalam tubuh kita untuk berkomunikasi atau hanya ingin menyampaikan sesuatu.?!

===========================

itu jin yang suka masuk bikin kesurupan dan ngaku wali......


Diantara ruh2 orang suci ada yang diturunkan karena suatu tugas, yaitu untuk mengajar secara gaibiyah menjadi guru ruhani bagi orang2 yang masih hidup....... Mrk akan memilih siswa2nya.....


Ruh suci spt itu diturunkan lagi disebabkan kurangnya darma baktinya semasa hidup..... Sederhananya ilmunya tinggi, tapi tdk diajarkan hanya ditelan sendiri, akibatnya dia tdk punya darma bakti yg cukup untuk meningkatkan derajadnya disisi Allah, karena sebagai wali masih egois, mikir dirinya sendiri...... kurang memberi manfaat luas kpd masyarakat......


Oleh sebab kurang sempurnanya pengabdiannya dlm wujud darma bakti kpd orang banyak itulah ruhnya yg seharusnya sdh pensiun krn sdh meninggal, diturunkan kembali untuk mendidik ruh org2 yg msh hidup scr gaibiyah..... "Harus kerja dimasa pensiun"..... Sbg sarat meningkatnya derajadnya disisi Allah..... 


Jadilah mereka2 itu sbg guru ruhani yang bersifat gaib.....

Post #64

 


Pengalaman pribadi saya,  waktu lagi sakarul maut di UGD RS dr.soetomo . ...ruh saya di sambar oleh cahaya dan di bawa naik keatas. ....disana banyak lautan manusia  pakaiannya serba putih (ihram) ....saya plonga plongo dimana ini....saya terus berjalan dan kutemukan almarhum kedua orang tua saya , kemudian saya sungkem dan orang tua saya bilang ....melok,o gurumu iku wes bener ....di balik orang tua saya ada Abah duduk di kursi singgasana Raja .....setelah saya sungkem ke Abah ....Abah pegang kepala saya sambil berkata  "Slamet" .....seketika ruh saya kembali ke jasad dan saya sadar kan diri .....dari perkataan suster saya sudah meninggal 4 jam yg lalu ....tapi saya merasa kejadian itu hanya beberapa menit .... Sendiko dawuh Abah .

=============

Yang kamu saksikan itu adalah alam kematian, yang menyambarmu itu warid nur dari dzikir jahar....

Post #63

 


Abah izin tanya... Saat sdh meninggal.. Itu yg disiksa Roh apa jasad.. Maturnuwun

===============

Yang disiksa adalah rasa....


Ada orang yang di operasi, tubuhnya di bedel, dipotong, tapi tidak merasa tersiksa, karena sudah mati rasa, sebab dibius...


Ada laki2 dan perempuan mesra, kamu merasa tersiksa melihatnya, ini karena kamu ada rasa sama salah satunya.... Tapi kalau kamu tidak ada rasa, tentunya biasa saja....


Rasa itu bisa disiksa baik melalui tubuh maupun ruh.... Tetapi baik sakit gigi, maupun sakit hati, apalah bedanya?? Sama2 sakitnya.... Dan sakitnya tuh disini.... Heuheu.


Jadi yang disiksa itu bukan tubuh, bukan pula ruh, namun rasa... Dan rasa itu bisa saja melekat dalam tubuh maupun ruh...


Dan sehebat-hebatnya siksaan adalah dijauhkan dari apa yang dicintai, dari apa yang selalu di damba-damba....


Seumpama ya'kub as, matanya sampai memutih tatkala dijauhkan dari yusuf as... Seumpama majnun yang menggila karena dijauhkan dari laila...


Atau mungkin seumpama jomblo yang dijauhkan dari bidadari pujaan hatinya...

Post #62

 


Hadir Abah Guru 🙏🙏🙏

Izin bertanya apakah ruh orang sudah meninggal dunia bisa pulang menemui kluarga nya didunia  ...???

=============

Di dunia yang disebut keluarga adalah yang ada hubungan darah.... 


Di akherat yang disebut keluarga itu yang ada hubungan iman, yang sama tempatnya.... sama2 disurga tertentu, itu keluargamu....


Jadi keluargamu di dunia, belum tentu keluargamu di akherat....

Post #61

 


Hadir Abah Guru 🙏🙏🙏

Izin bertanya apakah ruh orang sudah meninggal dunia bisa pulang menemui kluarga nya didunia  ...???

=============

Di dunia yang disebut keluarga adalah yang ada hubungan darah.... 


Di akherat yang disebut keluarga itu yang ada hubungan iman, yang sama tempatnya.... sama2 disurga tertentu, itu keluargamu....


Jadi keluargamu di dunia, belum tentu keluargamu di akherat....

Post #60

 


Sakr itu apakah suatu kondisi ketika sedang brdzikir jahar yg seakan terbang ke alam rasa yg tdk bisa d jelaskan..

============

Begini saya terangin.... Dalam orang yang sedang berdzikir sampai khusyuk, itu ada:


1. Mendapat Sakinah.... yaitu suatu ketenangan yang sangat dalam...


"Dialah yang telah menurunkan sakinah ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada)..... " Al fath 4


 2. Ada yang kena sakr, kehilangan kesadaran sesaat, karena ekstase spiritual.... ini karena ruhaninya terbakar api mahabbah kepada Allah....


3. Adapun majdzub itu ketertarikan kepada dunia ditarik hilang, lalu hati dan pikirannya terus menerus tertarik kepada Allah....


Majdzub ada yang masih sadar, ada yang on off, kadang sadar, kadang tidak...  


Ciri khas majdzub adalah hilangnya perhatian kepada dunia dan kepada lingkungan sekitar.... Cenderung menyendiri... Tidak terlalu perduli dengan lingkungan sekitar, karena fokus hati dan pikiran bukan ke lingkungan sekitar, tapi ke Allah.... Lebih banyak diam dan menyendiri, menjauhi manusia.... Biasanya majdzub bisa berlangsung lama, bertahun-tahun....


Orang2 yang telah selesai jadzabiahnya, kemudian kembali normal, menerima tugas kewaliannya, kembali memasyarakat....


Jadi dalam jalan menuju Allah, itu bisa melalui ke 3 nya diatas, yaitu sakinah, sakr, dan jadzabiah.....


Adapun FK ini lebih cenderung kepada jalan sakinah.... Tenang dan dalem....

Post #59

 


Abah Fatwa Kehidupan  , perbedaan antara majdub, sakr, sama fana apa ya? Klasifikasinya gimana soalnya bingung bedainnya

==================

Sakr itu biasanya sesaat, misal pas dzikir, mengalami ekstase spiritual, lalu teriak2 meluapkan rasa jiwanya sedang "terbakar" mahabbah....


Kalau majdzub itu ditarik fokus jiwanya kepada Allah, sehingga kehilangan ego dan ketertarikannya pada dunia....


Biasanya majdzub itu tidak gila, tapi nampak seperti gila, menyendiri, memencilkan diri, tidak mau bertemu orang, diam..... Kadang pandangannya ketarik ke alam tinggi.... 


Majdzub biasanya berlangsung lama....


Fana itu lenyap ego, sudah surut egonya...

Post #58

 


Izin Tanya : Syech Fatwa Kehidupan mengatakan majzdub/mejedub bukan wali. Sedang dalam perkataan syech Abdul Qadir Jaelani tentang majedub; Syekh Abdul Qadir Jaelani memandang wali majdzub sebagai golongan yang ruhaniyyah-nya ditarik langsung oleh Allah tanpa proses mujahadah awal, menyebabkan mereka dalam kondisi "terkejut" dan akal tidak berfungsi normal. Meskipun perilakunya tampak tidak wajar, mereka adalah kekasih Allah yang mendapat karamah.

=====================

Salah paham kamu itu....


Syaikh abdul qodir jaelani tidak mengatakan majdzub itu wali, tetapi mengatakan itu bisa jadi adalah bagian dari kewalian....


Maksudnya lebih tegas, bila majdzub lalu kembali sadar dan bagus, bisa jadi wali.... 


Bukan majdzub itu wali....


Tetapi "proses" menjadi wali, ada yg melalui majdzub....

Post #57

 


Sakr itu biasanya dikarenakan over dosis wirid atau formulasi wiridnya tidak seimbang, atau faktor psikis salik....


Sehingga menghasilkan kenaikan ruhani yang labil....


Atau bisa karena "wadahnya" belum diperbesar, dituang kebanyakan.... Sehingga luber.....


Wiridnya kebanyakan, puasanya kurang....

Post #56

 


Kalau untuk yang jadzad itu gimana mbah, tetkala ia dikatakan wali?

=============

Majdzub itu bukan wali tapi kena sakr.... Biasanya sakr itu beberapa jam atau beberapa hari saja....


Kalau gak sembuh2, itu gejala sakit jiwa, bukan sakr....


Sakr itu karena ruhaninya sedang "terbakar" ekstase Ketuhanan.... 


Sehingga labil, tidak kuat lagi menahan diri, seperti mau meledak, jika tidak dikeluarkan.... 


Kalau dikeluarkan namanya syathohat, bicara yang tidak terkontrol.... kayak "ana al haq"....

Akun Profil Halaman Facebook FK Fatwa Kehidupan

 



Link Facebook.
https://facebook.com/FK.FatwaKehidupan




Biografi Singkat Syeikh Muhammad Zuhri (Founder Padepokan Fatwa Kehidupan)



Informasi biodata lengkap mengenai Syekh Muhammad Zuhri (Abah FK) tidak dipublikasikan secara mendetail dalam format biografi konvensional (seperti tanggal lahir atau silsilah keluarga lengkap), karena beliau lebih dikenal melalui ajaran spiritualnya yang bersifat sufistik.
Berikut adalah rangkuman biografi dan profil beliau berdasarkan informasi yang tersedia:
Profil Umum
  • Nama Asli/Lengkap: Yolhan Wijaya.
  • Gelar Spiritual: Syekh Muhammad Zuhri atau akrab disapa Abah FK (singkatan dari Fatwa Kehidupan).
  • Peran: Pendiri Yayasan Padepokan Fatwa Kehidupan dan pengasuh spiritual para pengikutnya yang disebut "Sedulur FK".
Latar Belakang dan Ajaran
  • Pendekatan Dakwah: Dakwah beliau berfokus pada Tasawuf (Sufistik) kontemporer yang menekankan pada esensi syariat Islam dan pilar Ihsan.
  • Metode: Beliau sering menyampaikan "dawuh" (pesan bijak) melalui media sosial seperti Instagram @fatwa.kehidupan dan Facebook Fatwa Kehidupan | Jepara. Pesan-pesannya dikenal sebagai jawaban atas persoalan batin dan keraguan spiritual masyarakat modern.
  • Filosofi: Salah satu jargon atau pesan yang sering dikaitkan dengan beliau adalah konsep "Jagad Walikan" dan "Iqro Kitabaka" (bacalah kitabmu/dirimu sendiri) sebagai bentuk refleksi diri.
Aktivitas Sosial
Selain sebagai pembimbing spiritual, melalui Yayasan Padepokan Fatwa Kehidupan, beliau mengelola lembaga filantropi yang bergerak dalam bantuan sosial dan solusi bagi permasalahan umat secara kolektif.
Informasi lebih mendalam mengenai kisah hidup pribadi beliau biasanya disampaikan secara lisan dalam pengajian atau melalui dokumen internal komunitas seperti yang terdapat dalam ringkasan Serpihan Biografi Abahe di platform Scribd.

Profil & Biografi Singkat Tentang Padepokan FK (Fatwa Kehidupan)

 





Padepokan FK (Fatwa Kehidupan) di Jepara merupakan sebuah lembaga filantropi Islam dan pusat dakwah sufistik yang didirikan oleh Syekh Muhammad Zuhri (sering disapa sebagai Abah FK atau Abah Yolhan Wijaya).
Berikut adalah poin-poin utama mengenai padepokan tersebut:
  • Fungsi dan Tujuan: Yayasan ini berperan sebagai lembaga filantropi yang menghubungkan antarumat untuk memberikan solusi atas berbagai permasalahan hidup melalui pendekatan spiritual.
  • Ajaran: Dakwah Syekh Muhammad Zuhri berfokus pada esensi ajaran syariat Islam yang terkandung dalam pilar Ihsan. Pesan-pesannya sering kali memberikan jawaban sufistik terhadap pertanyaan-pertanyaan kontemporer masyarakat modern.
  • Kehadiran Digital: Padepokan ini sangat aktif di media sosial, terutama melalui akun Instagram @sufi.indonesia dan @fatwa.kehidupan, serta grup Facebook "Fatwa Kehidupan | Jepara" untuk menyebarkan dawuh (pesan) dan tanya jawab spiritual.
  • Identitas Pendiri: Syekh Muhammad Zuhri juga dikenal dengan nama Abah Yolhan Wijaya. Pengikutnya sering disebut sebagai "Sedulur FK".
Padepokan ini dikenal di wilayah Jepara dan sekitarnya sebagai tempat untuk membuka kesadaran spiritual dan menjawab keraguan batin melalui perspektif tasawuf yang lebih luas.

Padepokan FK (Fatwa Kehidupan) berlokasi di Dukuh Jabung, Desa Dudakawu, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Kegiatan utama dan pusat spiritual padepokan ini sering dikaitkan dengan Mushola Al-Ma'arij Jabung Paramitapura yang berada di alamat tersebut. Lokasi ini menjadi titik kumpul para pengikut Syekh Muhammad Zuhri (Abah FK) untuk kegiatan dakwah dan pengajian spiritual.
Berikut rincian informasi lokasinya:
  • Nama Tempat: Mushola Al-Ma'arij Jabung Paramitapura (Titik kumpul utama FK).
  • Alamat: Dukuh Jabung, Desa Dudakawu, Kec. Kembang, Kab. Jepara, Jawa Tengah 59453.
  • Kontak: +62 822-1517-7776.
  • Karakteristik: Lokasi ini terletak di area perbukitan/hutan yang tenang, mendukung suasana meditasi dan pengajaran sufistik yang diajarkan oleh Abah FK.
Untuk informasi kegiatan terbaru atau koordinasi kunjungan, Anda dapat memantau akun resmi mereka di Facebook Fatwa Kehidupan 

Post #100

  Pernah dulu ketika pulang mondok mendawamkan sholat sunnah Tasbih dan membaca surat Al-Kahfi dalam 3 bulan tiba-tiba pada suatu malam mimp...