Powered By Blogger

Kamis, 26 Februari 2026

Silsilah Sanad Keilmuan Syeikh Muhammad Zuhri

 


SILSILAH KEILMUAN & GURU-GURU 

ABAH FK

=================================

Rewrite : Fb Zuhdi QK


Silsilah Guru

hubungan abah muhammad zuhri dengan thoriqoh qodiriyah wa naqsabandiyah, syeh abddurrahman ahmad badawi, syeh muslih abdurahman al-maraqi dan syeh ahsan maliki


Wardy Yansyah

maaf izin tanya guru ikut thariqah siapa

===============================

saya secara pribadi..... Diantara guru saya awalnya

dahulu berasal dari thoriqoh qodiriyah wa

naqsabandiyah...... Merupakan mursyid thoriqoh trsbt....

Saya pertama dibaiat oleh beliau......

Lalu saya jg berguru kpd guru sambung yg lain dari

jalur non thoriqoh..... Lalu guru lain lagi, dalam jalur

non thoriqoh, walau beliau sendiri sebenarnya jg prnh

dibaiat uluhiyah dahulu kalanya.....

Saya pribadi tidak membawa bendera thoriqoh disini.....

Bukan bermaksud apa2, karena saya mengajarkan

metode yang ada perbedaan dgn thoriqoh yg ada......

Sebab diantara jalur yg saya terima ada yg dari non

thoriqoh dan cara terjun bebas..... Sangat ekstrim,

hanya bagi kelas khusus......

Demikian adalah usaha utk mempercepat pencapaian.....

. Dengan kualitas yg mumpuni dan wkt yg dipersingkat...

...

Sudah jamannya "upgrade".....


*


Zahra Navisa

almaghfurrlah romo kiai asrori kedinding nggih kanjeng

Guru _/\_ Salam ta'dzim kanjeng Guru _/\_

================================

bukan....... Saya dibaiat qodiriyah wa naqsabandiah

dahulu kala oleh guru pertama saya yaitu syeh

abddurrohman ahmad badawi, mranggen, demak.....

Menantu dan murid dari syeh muslih al maroqqi....

Pendiri pesantren futuhiyah, mranggen demak.....

Kalian mungkin mengenal syeh muslih melalui karyanya

kalau tdk salah, manaqib syeh abdul qodir jaelani yg

sering dibaca org2 itu.....


*


guruku ada banyak, guru pertamaku adalah syeh

abdurrahman ahmad badawi (mranggen, demak), murid

dan anak menantunya syeh muslih abdurahman al-

maraqi (futuhiyyah, mranggen, demak).......

tolong difahami bahwa saya tak hendak menjual2 nama

besar guru, krnnya slama ini prtanyaan spt itu tdk prnh

sy jawab, br kali ini saja saya jawab. dan saya jg beda

gaya, kalau guruku selalu pakai jubah dan bersorban

setiap hari, kalau saya tdk prnh, bhkn pakai peci saja

ogah........ kalau guruku org yg taat dan sholeh, aku org

yang amburadul dan sesukaku saja....... heuheuheu


*


iya, saya hanya tdk ingin timbul fitnah, oleh karenanya

disini saya mmng tdk membawa2 nama guru. sbb

terutama, nama syeh muslih (kakek guru) itu sdh

trlanjur dikenal luas. kalau tdk salah manaqib syeh

abdul qodir jaelani yg populer dibaca org2 adalah

gubahan beliau......

jadi sekali lagi saya sampaikan, semua status saya, atas

nama saya pribadi, tdk membawa2 dan mencatut nama

guru saya. agar tdk timbul pandangan bhw saya

mencatut nama bsr org, dan kelakuan saya yg

amburadul sesukanya itu, agar pula jgn mencemarkan

nama beliau2 itu..... ini yg saya jaga...... trimakasih, bagi

yg bs memahami......

semua org berhak utk blajar, krn ilmu itu ibarat air saja,

kita tak perlu membelinya asal sumur kita bagus dan tak

tercemar, maka siapa saja boleh meminumnya.


*


Bagi yang masih saja bertanya saya dari thoriqoh apa.

saya akan jawab dan terangkan lagi, bahwa saya mmng

dahulu, sktar 16 thn lalu, adalah murid thoriqoh

qodiriyah wa naqsabandiyah, mursyid saya sudah lama

meninggal, silsilahnya kalau tidak salah urutan 32, itu

berarti saya generasi ke-33, dan usia saya juga 33, 7

hari lagi. Status saya belum dinikahi. heuheuheu........

Namun disini saya tidaklah membawa-bawa bendera

thoriqoh, saya atas nama diri saya pribadi. Dan guru

sayapun tidak hanya satu, dan tidak hanya dari jalur

thoriqoh, namun ada 4 jalur, yang menjadi 1 jalur

dalam diriku.

Bagiku silsilah maupun bai'at ataupun wasilah itu adalah

percuma tanpa adanya hubungan batiniah yg dalam

antara hamba-dan TUHANnya. Seorang yang terhubung/

wushul kehadirat Allah, maka dia juga akan terhubung

ke jalur manapun yang ada, karena dia telah membawa

"inti" dari keilmuan TAUHID.

"Sungguh tak cukup hanya BERTAUHID saja, namun

haruslah menjiwai TAUHID, dan itupun tak cukup,

haruslah menjadi JIWANYA TAUHID itu sendiri......."

"TAUHID itu ujungnya telah nampak jelas, bahwa ujung

dari semua perkara ini adalah ALLAH, namun justru

dasarnyalah yg tidak terbatas, sebab dasarnya selalu

sedalam "penyelaman" diri pribadi."


*


na'am syekh

afwan ana blh tau nama antum tidak dan thoriqoh apa

yg anda jalani

apa ana haruz ganti ya nama akun ana?

11 minutes ago · Sent from Mobile

Fatwa Kehidupan

engkau boleh memanggilku muhammad zuhri...... dulu

aku ikut qodiriyah naqsabandiah, dan jg brguru pd

guru2 jalur lain (non thoriqoh)...... saya tidak membawa

bendera thoriqoh lagi....... tapi saya membuat susunan

dan metode, sbgmn para pendahulu dahulu menyusun

metodenya masing2...... umpama syeh abdul qodir

jaelani, syeh bahaudin naqsabandi, syeh saman

almadani, syeh hasan sadzili, dsb........

saya tak mengajarkan ketergantungan kepada guru, agar

murid2 tak menjadi burung2 kecil yg galau diterpa

badai, sebaliknya, saya mendidik mereka agar menjadi

rajawali raksasa yg kokoh, mencapai tempat2 tinggi.......

tak seharusnya orang2 menjadi pengekor selamanya

dan kandas dalam jalan yang membingungkan, harus

bisa menjadi jiwa mandiri, kembali menjadi muhammad

(makhluk yg terpuji), kembali kepada kemurnian dan

keaslian jiwa........

yang perlu engkau rubah bukan hanya nama akunmu,

namun pemikiran dan perasaanmu, agar tak kandas

kepada istilah2 belaka, tapi mampu menghayati setiap

kedalaman makna.........


*


Bagaimana cara guru mendidik muridnya??.......

yah tentu saja dengan cara bagaimana dia dahulu

menempuhnya....... saya pun mengajari murid dengan

jalan yang saya tempuh dahulu, sebelum akhirnya saya

diikuti orang2........ dulu saya suka menyepi dan

menyendiri, sekarang saya mendidik yah membuat

tempat untuk menyepi dan menyendiri itu...... sama.

dulu yah awalnya saya mulai dari dzikir jahar kemudian

tambah sirri, selama bertahun tahun, terus

menekuninya. sama, sekarang saya pun mendidik

dengan cara seperti itu.......

Pada jaman dahulu kala, para wali pendiri thoriqoh pun

menempuh jalan yang sama, namun setelah disusun

thoriqohnya rata2 metodenya tidak seekstrim syeh

pendirinya dahulu.

saya kasih contoh: seperti syeh abdul qodir jaelani,

hidup menggelandang selama puluhan tahun di gurun

dan korek2 sampah dipasar2 buat makan, apakah

murid2 thoriqoh qodiriyah ada yg menjalani sama

dengan yg dijalani abdul qodir jaelani dahulu

kala????...... saya rasa tidak.

contoh lain: syeh hasan syadzili hidup menyepi di gua

gua, apakah murid2 thoriqoh syadziliah ada yg

menjalani sama dengan yg dijalani hasan syadzili??......

saya rasa juga tidak.

Malah mursyidnya banyak yang hidup enak2an dan

bermegah megahan. Sudah bergeser jauh dari ajaran

lelaku awal para syeh syeh pendirinya dahulu kala.......

Ajaran itu sudah bergeser, tidak sama lagi dengan

dahulu kala....... makanya cahayanya makin redup dari

waktu ke waktu......


*


Beberapa hari yang lalu saya berkunjung kerumah guru

lama saya dahulu, skrng beliau sdh mursyid thoriqoh

qodiriyah naqsabandiah . saya datang untuk silaturahmi

dan minta doa restu darinya. Kami berbincang2, lalu

sampai suatu titik saya menyampaikan bahwa saya skrng

punya banyak sekali murid2 yang mengikuti saya, maka

dia kaget dan berkata, "saya kok tidak bisa lihat

jubahmu". Lalu kembali berkata, "apa yang kamu

ajarkan, masih pakai Muhammad apa gak?"...... "iya

tentu saja, karena saru (tabu) pak, jika tdk pakai

muhammad seolah melangkahi kanjeng nabi", jawab

saya. "trus kamu mau mandito atau bagaimana?".....

"yah mengalir saja pak, saya nrimo saja apa kehendak

Allah, kalau dipaksakan timbulnya jg nafsu".

Guru lama saya itu sdh tahu, kalau saya jg prnah

berguru dgn guru2 lainnya, maksudnya pakai

muhammad atau tidak, itu disebut sbg "sasmita" atau

pesan simbolik atau suatu bahasa majaz. Dalam dunia

"keruhanian", penggunaan sasmita itu lazim, atau biasa

dipakai sbg bhs khusus yg mengandung majaz, hanya bs

ditangkap dgn cepat mrk2 yg "tanggap ing

sasmita" (tanggap dgn simbolik2 maknawiah). "pakai

muhammad" itu maksudnya pakai jalur syariat atau

tidak. Karena kesufian memang banyak jalur, dan bisa

pakai jalur non-muhammad. "jubah yang tidak

kelihatan" itu maksudnya sesuatu hal kemuliaan yg

selalu tertutup rapat tdk diperlihatkan.......

Diakhir2 perbincangan, beliau memberikan doa

restunya, dan mengatakan scr sderhana bhwa dirinya

memang perlu kholifah. ucapan itu maksudnya adalah

suatu pelimpahan kpd saya, dlm hak sbg kholifah bagi

thoriqoh. spt diketahui kholifah itu adalah wakil dr

seorang mursyid, krn byknya murid, maka mursyid

mulai perlu pendelegasian kpd kholifahnya, bg

kelompok2 kecil murid2, dimana kholifah itu berhak

membina dan membai'at murid menurut kuasa dan

sepengetahuan dr mursyidnya.

Saya pulang dgn membawa doa restu, bhkn guru saya

malah minta saya doakan, krn tawadhu'nya beliau, jadi

kebalik gitu.

Tapi saya kok kurang tertarik menjadi kholifah thoriqoh,

saya lebih tertarik jadi "guru kebodohan" saja spt skrng

ini, yg walau tdk pakai kapal besar (thoriqoh), tp hanya

rakit kecil sederhana, namun memiliki tekat dan

semangat yang jauh lebih kuat dan besar dari kapal2

besar........ saya lebih senang spt ini saja.........

Jadi bagi saudara2 yg hendak berbaiat thoriqoh atau

belajar thoriqoh, carilah saja guru/mursyid lain diluar

sana, kalau hendak belajar bodoh, boleh disini, sanad

ilmu saya, hanya sanad bodoh, hanya silsilah bodoh

saja...... yang keberatan ikutan bodoh, boleh mencari

guru lain yang pintar........ tidak ada paksaan.........


*


Guru Saya

Abah Ahsan Maliki adalah salah seorang guru saya.....

dahulu saya sering menginap dirumahnya, jadi saya

tahu sampai keisi isi dapurnya...... Beliau adalah orang

yang baik, yang sholeh, menurut pengetahuan saya........

Maka dengarkanlah nasehatnya, ambillah pelajaran

darinya...... Banyak ilmu yang bisa kalian petik

darinya.......

Abah ahsan maliki, sebagai seorang mursyid, insyaallah

sudah tidak perlu diragukan lagi, keilmuan batiniahnya

juga mumpuni......

Saya senang jikalau diantara murid murid saya mau

bersilaturahmi dan mengambil hikmah pelajaran dari

abah ahsan.........

Ahsan Maliki itu adalah nama pemberian gurunya, yaitu

syeh abdurrohman ahmad badawi mranggen demak,

nama pemberian orang tuanya adalah agus

harmanto....... Guru SMA adalah pekerjaannya.....

Mursyid thoriqoh qodiriyah wa naqsabandiah adalah

kedudukannya......

Penjelasan penjelasan yang lain saya rasa tidak perlu,

atau mungkin bisa dikomunikasikan langsung kepada

abah ahsan.....

Walau sejak awal Fatwa Kehidupan memang berdiri

sendiri, penuh kesusahan dan kesulitan, banyak

pertentangan pro dan kontra, namun sampai sejauh ini

kita baik baik saja...... memang tidak mudah untuk

berdiri diatas kaki sendiri, beban dan tantangannya

berat, namun justru tantangan itulah seninya hidup,

dimana hidup ini tidak akan mekar, tidak akan beraroma

harum tanpa sebuah perjuangan......

Namun perlu mengingat satu hal, bahwa guru itu

selamanya adalah guru..... melalui abah ahsan malikilah

dahulu kala saya diperkenalkan tentang Tuhan, dimana

keadaan saya saat itu hanyalah pemuda yang tidak

mengerti apa apa..... Jasanya itu adalah sesuatu yang

mungkin tidak mampu saya balas sampai kapanpun......

Maka memuliakan guru adalah sebuah darma bakti,

yang sudah sewajarnya, sudah selumrahnya saya

lalukan.......

Semoga Allah merahmati kita semua......


Dawuh Syaikh Muhammad Zuhri

Yolhan Wijaya Fatwa Kehidupan

#bencana

#fatwakehidupan

#syaikhmuhammadzuhri

#quotesoftheday

#baksospalestina

#viral

#fk

#fyp

#Yolhanwijaya

#quotesstory

#syaikhindonesia

#jangakauanluas

#reels

#storyoftheday

#tasawuf

#sufi

#makrifat

#hakekat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post #104

  Bagaimanakah engkau meletakkan nilai terhadap sesuatu yang hak dan yang batil??....  ketika sesuatu itu terindra tertangkap oleh mata atau...