Powered By Blogger

Kamis, 26 Februari 2026

Post #78

 


Bagaimana cara memperoleh cahaya Tuhan?


Sesungguhnya saya telah menyusunkan metode demi metode sebagai jalan untuk menuju hal ini..... Lelaku demi lelaku yang bisa engkau kerjakan guna memperoleh limpahan cahaya Tuhan dalam hatimu.....


Namun ketika sudah berjalan, maka alampun menyeleksimu..... diantaramu gagal karena:


1. engkau tidak bersungguh sungguh dalam lelaku, hanya panas panas tahi ayam..... maka hakmu atas cahaya Tuhan terlalu sedikit....


2. engkau banyak yang salah niat, tidak tulus, ketika hatimu sudah meniatkan segala waktumu untuk lelaku, untuk Allah, maka engkau mulai banyak yang "berselingkuh", cari perempuan, cari lelaki, cari dunia, maka bukankah jelas bahwasannya Allah itu tak pernah mau diduakan?.... hal ini akan membuatmu kandas, walau engkau mendapat apa yang engkau inginkan, namun engkau kehilangan yang jauh lebih berharga, yaitu cahaya Tuhan atas dirimu.....


Bukankah manusia memerlukan pasangan?..... Itu benar, namun salah, sangat salah jika engkau sedang meniatkan dirimu untuk lelaku menuju Allah, disisi lain engkau sibuk cari perempuan..... keadaanmu seperti seorang yang berselingkuh, lalu terkena "penolakan"..... segala sesuatunya ada titi wancinya, saat engkau sedang niat lelaku, maka segala hal harus engkau singkirkan dari hatimu..... ketika sudah selesai lelaku dalammu, barulah waktumu untuk memasyarakat dan mengejawantahkan hasil lelakumu..... lelaku yang tidak tuntas, akan mengakibatkan "penasaran".... ngambang tanpa arah dan tujuan......


Demikianlah seorang penuntut ilmu, harus fokus kepada ilmu dan menyingkirkan semua hal dari hatinya, dalam masa masanya menuntut ilmu, atau bakalan kandas dan terjegal......


Tapi apa hendak dikata, memanglah Allah menghendaki hanya sedikit diantaramu yang kelak akan "jadi" dan berhasil dalam lelaku..... sisanya hanya golongan yang ikut ikutan dan peramai keadaan saja.....


3. diantaramu yang lain terperdaya dan mengejar perkara gaib, padahal itu hanya aksesoris perjalanan, bukan tujuan akhir....... ini juga akan membuatmu kandas


4. Diantaramu kelewat percaya diri, namun tidak mampu mengukur kualitasmu sendiri, maka engkau cendrung terburu nafsu dan labil...... jiwamu masih mentah, namun minta matang sebelum waktunya, akhirnya engkau menjadi orang yang suka menuntut ilmu tinggi tapi tak pernah menjalankannya dengan benar......


5. Diantaramu selalu terlilit ego diri..... ketika di jabung, sesungguhnya aku sudah mengajarimu menanam seperti sayuran sayuran, kulihat diantaramu "malas" mengerjakan, karena masih terhijab hitung hitungan, engkau hanya mau mengerjakan sesuatu yang engkau nilai menguntungkanmu sendiri.... ketika menanam, aku mengajarimu tentang ketulusan, "jangan mempertanyakan siapa yang akan memakannya, namun tanamlah dan lawan rasa malasmu", walau mungkin yang menikmati keringatmu adalah orang lain...... Jika untuk diri mereka sendiri saja, mereka malas, apalagi untuk orang lain..... dari situ saya sedih, karena murid muridku masih sangat egois..... Ketahuilah, kebanyakan diantara mereka hanya mau melakukan sesuatu, bilamana mereka pandang menguntungkan diri mereka....


Saat itu saya sedih, walau saya sudah tahu saya diam dan memperhatikan perkembangan.....


"Oh alangkah celakanya mereka ini".... batinku..... "sungguh mereka tidak tahu apa itu "laa ilaha illallah", mereka fikir hanya dengan berteriak teriak menyebut "laailaha illallah itu sebuah kebaikan", celaka..... karena mereka tak juga mengerti, laa ilahaillallah itu ada wujudnya, dan wujudnya adalah perbuatan kita sendiri, penanggalan ego diri.....


Jikalau didunia ini ada hal yang manfaat bagi orang banyak, lalu engkau sanggup melakukannya, maka bersegeralah melakukannya, jangan sekali sekali mempertanyakan, "apa untungnya buat saya?".... karena engkau sudah terjebak pemikiran hitung hitungan, menghitung untung rugi........ Hal demikian akibatkan pada akhirnya dirimu "tidak mau" melakukan sesuatu hal kebaikan bilamana tidak menguntungkanmu....


ego itulah yang mengakibatkan hijab bagimu dari Allah, dan nampak dalam pandanganku murid muridku banyak terjebak dalam hal ini.... hanya sedikit diantara mereka yang mengambil pelajaran....


namun sekarang, saat ini kutulis, dibalik kemirisan hatiku karena banyak murid muridku yang mulai "kendor", hilang istiqomahnya, goyah pendiriannya......... hatiku juga bahagia, sebab tidak sedikit pula diantara murid muridku yang kelak insyaallah akan menjadi orang orang besar yang mulia...... Aku telah melihat tanda tandanya...... sungguh melampaui apa yang kuperkirakan.... jumlah mereka banyak sekali.... akan menjadi orang orang yang dianugrahi nikmat dan kemuliaan oleh Allah.....


Tak henti hentinya kuucapkan rasa syukur yang mendalam atas sebab hal ini...... tugasku sudah semakin ringan dari waktu ke waktu..... mata rantai itu telah terbentuk.....


Fatwa kehidupan

Abah Syaikh Muhammad Zuhri ♥️

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post #100

  Pernah dulu ketika pulang mondok mendawamkan sholat sunnah Tasbih dan membaca surat Al-Kahfi dalam 3 bulan tiba-tiba pada suatu malam mimp...