Lailatul Qodar (2)
==============
Assalamu,alaikum . Abi kapan datang.y malam Lailatul Qadar ??
=======================================================
Assalamualaikum abah..... Mf abah, beri kami pemahaman tentang nuzul qur'an,
=======================================================
waalaikumsalam........
"inna anzalnahu fii lailatul qodar" "Sesungguhnya Kami turunkan ia (al-Qur'an) pada malam qodar".......
"Inna anzalnahu fii lailatin mubarakatain" (Sesungguhnya Kami turunkan ia (al-Qur'an) pada suatu malam yang diberkahi . Q.S. Ad-Dukhan:3.
Lailatul qodar = nuzulul Qur'an = lailatin mubarakatain
Qur'an dalam artian mushaf Al-Qur'an itu sudah turun dahulu kala jaman nabi SAW, sdh tidak turun lagi sekarang, turun dari mana lagi wong sudah dibukukan orang.
Lalu Qur'an yang mana yang turun sekarang???........ pikir sendiri saja........
*biar "BERKAH" dan terang hati kalian....... jadikan bahan tafakur........ Qur'an yang mana lagi yang turun??.....
jangan menuntut lailatul qodar (malam penuh kemuliaan), jangan menuntut lailatin mubarakatain (malam yg penuh diberkahi), jangan menuntut malam nuzulul Qur'an (malam turunnya Qur'an).
jika engkau saja tak tahu Qur'an yang mana yang turun.......
27 Juli 2013 pukul 06.10 ·
---------
assalamu'alaikum abah... Mohon diwedar tentang malam lailatul qodar...
===============================
waalaikumsalam
di suatu malam yang sangat hening sunyi... Saya bersama guru saya, saya duduk berhadap hadapan dengan suasana yang sangat hening..... Saya bersila didepannya yang jg sdg duduk bersila..... Saya menundukkan pandangan mata dan memasang telinga, mendengarkan kalam demi kalam dngn seksama......
Guru saya sdg hening, memejamkan matanya cukup lama, lalu mulai berkalam dengan indahnya, meluncur seolah tdk melalui proses berfikir, seperti aliran sungai yang teduh dan jernih, memberikan wejangan demi wejangan.....
Lalu tiba2 dia berkata, "ketahuilah, inilah lailatul qodar itu, yaitu tatkala ilmu mengalir spt sungai yang deras"..... Tiba2 saja, angin kencang langsung datang dan menerpa kami, bgt dia menyelesaikan kalimatnya itu......
Padahal, malam itu bukanlah bulan ramadhan.....
Namun jika engkau mengerti hakekatnya lailatul qodar adalah setiap malam yang membawa pencerahan hati dan membuka khazanah ilmu Tuhan, lalu tercerahkan hati, terbebaskan dr setiap gelap gulita, itulah lailatul qodar yang sdg menyapamu......
Dan angin malam yang tiba2 berhembus kencang itu, seolah spt mengamini perkataan guruku di malam itu......
21 Juli 2014 pukul 00.08 ·
---------
RSN
Seperti malam2 ganjil dibulan ramadhan..siapa yg menemukan keanehan/keganjilan disetiap malam di bulan ramadhan..mungkin itulah malam lailatul Qadar..artinya kita disuruh jaga melek mata dan "Melihat" utk bertafakur kpd Allah..jadi bukan hanya jaga pada malam2 dalam hitungan hari ganjil dibulan ramadhan,,,
=================================
Nah ini saya suka, kamu satu langkah lebih maju...... Sejak dahulu kala orang hanya mengerti pemikiran bahwa lailatul qodar itu jatuh diangka ganjil (malam ganjil), lalu orang-orang menunggu malam-malam ganjil, semisal malam 21, 23, 25, 27, 29 dsb.....
Padahal yang namanya ganjil itu tidak selalu tentang angka..... ganjil bisa berarti aneh, atau berbeda dari biasanya.....
Itu artinya malam ganjil dimaksud, juga bisa jatuh pada malam genap, seperti malam 20, 22, 24, 26 dsb....
Itu agar saudara semua mengerti bahwasannya jangan tertipu pada angka-angka anda mungkin akan kecewa......
Coba kalau saya tanya sama kalian, "apakah jari tangan kalian genap gak ada yang kurang?"..... tentu kalian akan menjawab "genap, gak ada yang kurang"..... heuheuheu, padahal jari kalian ada 5 (ganjil), gak genap, karena 5 itu ganjil..... jadi ganjil dan genap itu, belum tentu saudara fahami dengan benar.....
Jadi sekarang setelah saya terangkan, apakah saudara akan menunggu lailatul qodar pada malam ganjil, atau pada setiap malam???......
Angka-angka bisa menipumu..... Dan orang-orang sudah banyak yang tertipu angka-angka selama ribuan tahun....
15 Juni 2017 pukul 04.17 ·
_________________
Fatwa Kehidupan
Syekh Muhammad Zuhri | Abah Yolhan Wijaya


Tidak ada komentar:
Posting Komentar