Maha Mbuh (2)
=============
Yang kita sembah itu sebenarnya keyakinan kita masing masing.... keyakinan kita itulah Tuhan kita....
Kok bisa begitu?....
Karena kalian meyakini sosok Tuhan yang disebut Allah, lalu memiliki ilustrasi gambaran masing masing tentang Allah kalian, kemudian kalian mulai menyembahNya.... Allah yang kalian sembah itu sesuai dengan gambaran keyakinan kalian sendiri.... maka itulah, sebenarnya yang kita sembah adalah keyakinan kita sendiri.....
Ada yang yakin Allah diatas arsy sana, tinggi sekali.... ada yang yakin Allah dimana mana, ada yang yakin Allah didalam hati kita.....
Itulah diantara maksud "Allah mengikuti prasangka hamba hambaNya"....
Lalu Allah yang asli yang mana???.... yo embuh, tanya saja kepada yang bersangkutan.....
9 Februari 2015 pukul 02.39 ·
---------
Setelah saya tes sedikit para murid di tempat kholwat kemarin kusuruh untuk menunjukkanku sebuah pohon, maka mereka semua gagal, termasuk saya sendiri juga gagal...... heuheuheu.
Tahukah anda, ketika kusuruh menunjuk mana pohon sengon??....
ternyata mereka hanya menunjuk kulit kayu pohon sengon, seluas titik ujung jari telunjuknya masing2.......... padahal pohon itu besar, ada akar, batang, ranting dan daunnya..... lah mereka malah menunjuk kulit pohonnya saja satu titik ujung jari telunjuknya itu, dan mengatakannya sbg "ini pohon"....... nah loh.......
Bagaimana caranya untuk menunjuk pohon sengon itu secara utuh bukan hanya setitik yg di klaim sbg pohon sengon???...... heuheuheuheu.......
Bagaimanakah menceritakan yang tak bisa diceritakan??
Bagaimanakah mengatakan yang tak bisa dikatakan??
Bagaimanakah menjabarkan yang tak bisa terjabarkan??
Bagaimanakah mendefinisikan yang tak bisa terdefinisikan??
Bagaimanakah melukiskan yang tak bisa terlukiskan??
Apapun yang engkau dapatkan yaitu informasi tentang TUHAN dari siapapun hanyalah umpama menunjuk pohon itu, hanya info setitik yang sangat jauh dari kenyataanNYA......
Setelah memahami kenyataan itu, marilah mengerti bahwa TUHAN itu Maha embuh, Maha entahlah, Maha mana kutahu...... dimana sekali engkau tunjuk, engkau sdg melakukan pembatasan terhadap Kemahaan....... heuheuheu...... *gendengo pisan.......
8 September 2013 pukul 05.09 ·
---------
Kalau sudah sampai titik Dzatullah, itu sudah sampai pada titik yang tidak termakrifati, tidak dikenal, adanya cuman "mbuh" saja, "Maha mbuh" ora ngerti.........
Makanya nabi SAW kalau ditanya soal itu selalu menghindar, jawaban maksimal, "jangan mentafakuri Dzat Allah, tafakuri saja ciptaanNYA"........
Yah karena "mbuh" itu tadi, ora ngerti, gak tahu.......
Kalau belum faham, engkau jawab saja pertanyaan ini, "spt apa hal yang tidak engkau ketahui???".......
jawaban bagi pertanyaan itu pasti selalu "mbuh" alias tidak tahu........ namanya saja "hal yang tidak engkau ketahui", yah tidak tahu, kalau sudah tahu, berarti jadi "hal yang engkau ketahui".......
"apa yah yang saya tidak tahu, apa yah yang saya tidak tahu......", sampai kiamat gak akan tahu jg kamu, tentang apa yang kamu tidak tahu....... heuheuheu.......
makanya tak usah difikirkan, dinikmati saja hidup ini....... jalani dengan indah.......
9 Oktober 2013 pukul 02.31 ·
_________________
Fatwa Kehidupan
Syekh Muhammad Zuhri | Abah Yolhan Wijaya


Tidak ada komentar:
Posting Komentar