Powered By Blogger

Kamis, 26 Februari 2026

Post #27

 


Ilmu Ketuhanan (6)

================


Kalau posisi saya adalah murid, saya akan lebih banyak menggunakan telinga saya (mendengarkan). Atau saya bukan murid namun sdg berjalan, saya lebih banyak diam, kalaupun berbicara, hanya masalah umum bukan ilmu Ketuhanan/tasawuf......... Orang yg lama mengenal saya, akan tahu bahwa di FB ini saya dahulu sblm jadi guru tidak pernah membuka bab ilmu Ketuhanan sama sekali.........


Kalau posisi saya jadi guru/pengajar, saya lebih banyak menggunakan mulut saya. banyak2 berkoar-koar...... karena memang tugasnya buat berkoar-koar........


Seperti itulah namanya mendudukkan pada tempatnya......... Dikehidupan nyata, dilingkungan saya, fungsi saya sbg orang biasa, maka saya selalu diam. walau saya sering ngobrol sama kyai2 pun saya hnya diam tdk pernah membuka bab "dalam" sama sekali, hnya mendengarkan saja........ Pendengar yg baik dan budiman saja, walau sbnarnya saya mengetahui semua yg dia bicarakan........ dan mampu menjabarkannya, saat seorang kyai mulai bicara nyerempet2 bab "dalam"...... saya memilih diam saja dan mendengarkan......


10 Juni 2013 pukul 22.50 · 

---------


Begini, biar semuanya baik2 saja, tdk ada saling ganggu dan saling singgung yang malah bikin keruh hati semua orang.........


Anggap saja saya ini pedagang, kalau anda hendak mengembangkan keilmuan anda dalam hal ilmu tauhid/ilmu Ketuhanan dsb, anggap saja kita sama2 berdagang........


silahkan berdagang dengan baik dan sehat, masing2 menurut cara dan keilmuan yg dimiliki masing2, tdk perlu saling ganggu, saling usik....... tebarkanlah manfaat sebanyak2nya....... mari........


Janganlah jadi pedagang yang berhati JAHAT, lihat kawannya laris, main sabotase, diam2 mengacau, apalagi sampai menebar racun di dagangan orang lain....... sadari hal itu, jika anda mmang benar2 seorang "Maesto Ketauhidan"......... bukan sampah belaka........


16 Juni 2013 pukul 19.13 · 

---------


Janganlah lupa, tatkala engkau memutuskan utk belajar kepada seorang guru dalam hal ilmu Ketuhanan. Maka ingatlah, bahwa guru itu tidaklah menggelar majelis utk batsul masail atau untuk rapat diskusi membicarakan masalah atau bab. Tapi yang digelar itu majelis ilmu. Agar engkau fahami bedanya majelis satu dengan lainnya.


Dalam majelis batsul masail itu setiap orang mengemukakan pendapatnya masing2 menurut dasar keilmuan yang dimilikinya. Dalam majelis ilmu, itu guru menyampaikan keilmuannya dan murid menyimak serta mendengarkan jg memikirkannya, utk memahaminya lebih dalam.

Harus mengerti majelis apa yang sedang digelar. Lalu anda ikut serta sebagaimana fungsinya masing-masing.


20 Juni 2013 pukul 10.43 · 

---------


Saya harapkan para murid, jikalau pada masih bingung atau belum mengerti yang saya sampaikan, santai saja, jangan dipaksakan memahaminya....... pelan2 saja........


Jikalau engkau tergesa2 hendak menyerap semua ilmu dari gurumu, engkau bisa tidak kuat dan jadi gila....... jadi perlahan tapi pasti, nanti semakin terang hatimu, semakin mudah memahami segala sesuatunya...........


Hati yang gersang dan kotor, tidak akan cocok untuk menyerap ilmu Ketuhanan, maka yang tebaik adalah utk selalu berusaha menjaga hati dan membersihkannya...... perlahan akan mudah menyerap semua ilmu..........


15 Agustus 2013 pukul 17.41 · 

_________________

Fatwa Kehidupan 

Syekh Muhammad Zuhri | Abah Yolhan Wijaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post #100

  Pernah dulu ketika pulang mondok mendawamkan sholat sunnah Tasbih dan membaca surat Al-Kahfi dalam 3 bulan tiba-tiba pada suatu malam mimp...