KUN FAYAKUN (2)
===============
NGELMU NYOLONG SABDO (ILMU MENCURI SABDA)
=========================================
Ilmu mencuri sabdo ini adalah ilmunya saridin atau syeh jangkung, yang digunakan ketika berhadapan dengan gurunya sendiri, Sunan Kudus.
Seorang wali Allah seperti Sunan Kudus itu memiliki kekuatan sabdo, atau perkataannya mudah mawujud menjadi kenyataan, seolah Kun fayakun. Sabdonya seorang wali Allah sekalipun itu bisa dicuri diam-diam.
Ketika saridin mengatakan bahwa di dalam air pasti ada ikannya, maka Sunan Kuduspun bertanya kepadanya, bagaimana dengan didalam kepala, bukankah didalam kelapa itu ada airnya, apa ada ikannya???......
Ketika kelapa yang ditunjuk Sunan Kudus itu diambil dari atas pohon lalu dibelah, benar saja kata saridin terbukti ada ikan lele didalam kelapa.
Sebenarnya itu bukan karomahnya saridin dalam kelapa sampai bisa ada ikannya, namun dari sabdonya/ilmunya Sunan Kudus sendiri, yang dicuri saridin secara rahasia.
heuheuheu...... bukan cuma orang2 biasa yang bisa kemalingan, wali saja bisa "kemalingan karomahnya" atau sabdonya.
Bagaimana caranya nyolong sabdo seorang wali Allah???.....
yah, bongkar saja kuburannya saridin/syeh jangkung, tanya aja sendiri..... heuheuheu
15 Januari 2013 pukul 19.34 ·
---------
Justru saya malah memohon sama Allah, agar saya tdk pernah dianugrahi semacam karomah, mata batin yang bisa neropong sana sini, bahkan saya juga meminta agar doa2 saya tidak gampang qobul/mustajab, kata2 saya tidak mustajab/bersifat kun fayakun. Biar saya tidak bisa apa2 dan tak memiliki kebanggaan apapun yg bisa kupamerkan. Dengan demikian, saya lebih banyak dihina dan dicaci orang, ketimbang dipuja2 orang dan dikatakan sebagai orang yang berilmu/seorang yang makrifat dsb..........
29 Januari 2013 pukul 21.37 ·
---------
abi ,,tolong dijelasin tentang apa itu UNING UNONG,UNING UNANG,UNANING,UNANONG...
====================================
Pada dasarnya ada 3 hal, yaitu NING, NONG dan NANG. sebenarnyalah kalau dibahasakan dalam bahasanya Ghazali itu adalah takhali, tahali, tajalli..... Hanya beda cara membawakannya saja, yaitu secara "jawa", namun maksudnya sama.
NING itu maksudnya wening, (takhali), yaitu bening. maksud dari bening ini adalah dengan pemurnian jiwa, membersihkannya dari segala kekotoran ruhani yang ada, agar ruhani kembali bening sebagaimana asal mulanya.
NONG, itu serupa dengan tahali, maksudnya WENONG, yaitu bilamana jiwa telah bersih dan jernih dari segala kekotorannya, maka jiwa mesti mampu untuk meletakkan dimana wenongnya, yaitu bisa mengerti segala "dunungnya" hidup, bisa menjabarkan akan setiap proses-proses kehidupan ini, mengerti sangkan paraning dumadi, inputnya spt apa, prosesnya bagaimana, kemudian hasilnya spt apa. "Yang bening itulah yang mengenali semua warna dengan baik dan sempurna". Dalam hal ini, jiwa akan mulai memancarkan keindahannya sendiri. Telah tahu dimana "letaknya" segala urusan itu......
NANG itu maksudnya WENANG atau serupa dengan tajalli. Yaitu mengerti TUHAN yang sesungguhnya, karena diri menjadi lenyap dan lebur dalam Qodrat Iradatnya Allah. Disitulah WENANG dimengerti dan diperoleh, Kun fayakun, namun bukan atas kehendak diri pribadi, tetapi Kun yang mengikuti kehendak Allah secara alami.
25 Februari 2013 pukul 15.06 ·
_________________
Fatwa Kehidupan
Syekh Muhammad Zuhri | Abah Yolhan Wijaya


Tidak ada komentar:
Posting Komentar