'Arasy (2)
=======
Yudi's Sabadra
Mohon ijin kang FK.aku urun unek2 sama saudaraku Acho Keren , bahwa Allah berfirman sama Mohammad'' Apabila ada ummatmu bertsnya tentang aku( kata Allah ) katakan, aku dekat, lebih dekat dari urat lehernya''. Dan yg kedua bahwa Allah ber istiwa' di al rasy.Ini dua perbedaan yg sangat juuaauhh,bukan..? Wudhu adalah dg air buat membersihkan hadhas,kotoran...masuk akal.Tapi tak ada air kok pakai debu.Kenapa dak disuruh pakai daun dll yg setara..? Rasul mi'roj , awal nya dari masjidil harom ke Masjidil aqsho palestin,
Like · 1 · Delete · Wednesday at 5:38pm
==================================
lebih dekat dari urat leher vs diatas arsy..... apanya lg yang membingungkan jika arsy itu jg lebih dekat dari urat leher.......
kebingungan orang terjadi karena pakai akal dalam memahami Tuhan, akal cendrung kebingungan, biar saudara tidak bingung semua, ketahuilah makin masuk kedalam diri, kita itu makin besar bukan makin kecil...... terus besar sampai semesta ini tertelan habis.........
jadi "disana itu yah sama juga dgn disini"..... karena didalam diri kita semesta telah termuat........ langit dan bumi, semuanya masuk dan termuat dalam diri.......
==================================
tayamum itu pakai debu karena ia adalah tanah, tanah itu bersifat suci dan mensucikan/menetralisir..... jika ada tahi, lalu digeletakkan di atas tanah lama2 akan netral menjadi tanah dan kehilangan sifat najisnya......
==================================
isro' dari masjid haram menuju masjid aqso..... isro' itu perjalanan dimalam hari, adalah gambaran bagi seorang hamba yang berusaha mendulang cintaNYA pada malam2 hari melalui ibadah2 dsb.......
masjidil haram itu gambaran dari qolbu di jantung letaknya sedangkan masjidil aqso itu gambaran dari alat kelamin manusia...... maksudnya dari masjidil haram ke masjidil aqso, itu adalah perjalanan dalam "membersihkan area sepanjang dari jantung menuju alat kelamin", asal area ini sudah bersih dan bebas dari ikatan hawa nafsu, maka akan bisa mi'roj atau naik kelangit maksudnya menuju hadrahNYA.........
29 Maret 2013 pukul 08.54 ·
---------
Transenden dan imanen
=====================
Allah itu transenden (jauh sejauh jauhnya), sekaligus imanen (dekat sedekat dekatnya).
transenden ==> summa stawa 'ala arsy (kemudian DIA bersemayam diatas arsy)
imanen ==> DIA lebih dekat dari urat leher
transenden murni akan menghasilkan "pembatas" terhadap TUHAN, seolah DIA terbatasi ruang dan waktu.
imanen murni akan menghasilkan "penjisiman", atau seolah menganggap Allah sebagai wujud jasad tubuh.
Maka transenden dan imanen mesti berpadu dan campur, jauh sejauh jauhnya sekaligus dekat sedekat dekatnya, jauh tak terukur, dekat tak bersentuhan.
Demikian halnya sifat diluar dan didalam ruang dan waktu, mesti berpadu dan campur. DIA diluar sekaligus didalam ruang dan waktu.
Seumpama memainkan wayang, dalang dan wayang itu "wahdahu Laa syarikalah". wahid, yaitu Kesatuan tunggal yang disebut ESA, esa dengan sendiriNYA esa, bukan esa karena diesa-esakan atau disebut-sebut esa.
13 Mei 2013 pukul 09.05 ·
---------
Diantara golongan memaknai ayat suci dengan makna2 dhazir terhadap ayat2 yang subhat......
Contoh: ayat Allah bersemayam diatas arsy...... Jika dimaknai scr dzahir, maka dianggap Allah scr dzahir berada diatas sana di tempat yang disebut arsy.....
Pemaknaan seperti ini akan menimbulkan "kontra" dan kebingungan, sebab ada ayat lain yang menyebut tentang "tangan Allah", harus juga dimaknai scr dzahir dgn demikian menyamakan dgn pemaknaan Allah diatas arsy, jadi Allah bertangan spt manusia.... Kontra bukan???......
Ayat2 subhat itu tdk bs dimaknai scr dzahir..... banyak pemaknaan scr dzahir menimbulkan kebingungan orang2.... Karena sana sini kontra antar satu ayat dgn lainnya.....
15 April 2014 pukul 21.49 ·
_________________
Fatwa Kehidupan
Syekh Muhammad Zuhri | Abah Yolhan Wijaya


Tidak ada komentar:
Posting Komentar