Powered By Blogger

Kamis, 26 Februari 2026

Post #31

 


Ilmu Ketuhanan (10)

=================


Adalah keadaan tiap-tiap orang itu berbeda-beda. Diantara orang2 ada yang memiliki hasrat kuat untuk belajar tentang ilmu Ketuhanan/Ketauhidan, tetapi keadaan dirinya mmnglah tdk memungkinkan utk berdekatan dengan seorang pembimbing/mursyid, spt orang2 yang bekerja diluar negeri. Allah Yang Maha Mengatur semuanya, akan melewatkan pembimbingan melalui orang2 tertentu yang memanglah bisa menjangkau mereka. Pemahaman bahwasannya ilmu Ketuhanan adalah harus bertatap muka, ketemu antara murid dan guru adalah kuno dan tidak sesuai lagi dengan jaman yang ada dan tidak menyesuaikan dengan keadaan kondisi yang ada.


Belajar ilmu Ketuhanan/Tauhid, pada intinya yang utama dan pertama adalah belajar untuk mengendalikan nafsu. Kadang nafsu mesti dihajar habis-habisan dan dipukuli dulu agar tunduk, di injak sekalian kalau perlu. Ini adalah tahapan yang sangat keras. Nanti ketika nafsu sudah bisa dikuasai dan dirajai, maka jalur manapun yang dipakai dalam ilmu Ketuhanan semuanya adalah mudah.....


Pada tahap2 awal pengendalian nafsu, nafsu akan memberontak dan melawan.... hal ini akan membuat para salik ditahapan awal akan cendrung meningkat emosinya, cepat sekali emosional..... ini adalah efek dari pemberontakan nafsu yg sdng dijepit....


Nafsu itu bisa dimanipulasi, pintunya bisa dibuka dan ditutup sesuka hati saja. Saat diri kosong, pintu nafsu (howo songo) akan tertutup, dalam keadaan ini tidak ada hasrat sama sekali meskipun wanita secantik bidadari telanjang dan menari dihadapan mata, tdk akan ada pengaruhnya sama sekali, alat vital tetap tidak akan berdiri. Ketika pintunya dibuka, diri akan langsung isi, dan semua hasrat akan kembali lagi, alat vital akan langsung berdiri. Seperti sebuah permainan saja, buka tutup buka tutup buka tutup.... gampang2 susah, harus bisa membuka dan menutup pintu nafsu dgn cepat....


Perjalanan para salik dalam memerangi nafsunya adalah sesuatu yang paling penting, sebab saat seseorang nafsunya masih terlalu gagah dan kuat hakekatnya dia adalah binatang, meski secara lahiriah adalah manusia. didunia ini yang nampak adalah wujud fisik, di akherat yang nampak adalah wujud hakekatnya. Adalah kebanyakan manusia akan dibangkitkan dalam rupa2 binatang, menurut wujud batiniahnya..... perangi nafsumu dan jadilah manusia yang sesungguhnya.... kita lahir sbg manusia, janganlah sampai dibangkitkan sbg binatang....


7 April 2014 pukul 11.59 · 

---------


Dalam memberi pelajaran ilmu Ketuhanan saya sebenarnya dari dulu sudah menerima pesan gaib untuk mengerem pembahasan.....


Namun banyak yang sengaja saya langgar demi mendorong kemajuan para murid.....


Hal demikian agar jangan membuka ilmu rahasia bagi yang bukan berhak...... Di Ibaratkan mengalungkan berlian dileher babi..... Berbuah kesia siaan belaka.....


Resiko demi resiko melanggarnya kadang harus dihadapi, tidak mengapa untuk kemajuan murid.....


8 Mei 2014 pukul 23.12 · 

---------


Ketika saya mengajarkan tentang ilmu Ketuhanan, maka di inbox saya banyak sekali keluhan2 yang datang dari masalah ekonomi, yang terjepit hutang, yang putus asa dsb......


Saya tidak mungkin menyuruh mereka untuk berdzikir saja...... Bagaimanakah orang bisa beribadah dengan tenang sedangkan hidupnya diteror hutang???..... Alangkah sulitnya......


Sedang untuk mengangkat mereka, kita dalam keadaan yang masih belum cukup kuat untuk mengepakkan sayap..... Sungguh menyedihkan..... Orang mengadu dalam keadaan terjepit dan kita tdk mampu berbuat apa2 karena lemah....


Maka, inilah saatnya untuk membangun dan mempersiapkan semuanya..... Pondasi2 ekonomi kita harus kuat dulu..... Saatnya untuk berjuang dan membangun.....


Akan tiba saatnya, semua masalah itu akan kita basmi satu persatu, kita akan angkat mereka2 yang masih terjepit.....


Bergabunglah sekarang...... Dengan dukungan dan sumberdaya yang kalian miliki..... Dukungan kalian akan tercatat dalam sejarah kita......


2 Juni 2014 pukul 21.00 · 

---------


Banyak orang berpandangan bahwa inti dari ilmu2 Ketuhanan adalah "banyaknya dzikir" kepada Allah. Aslinya tidak seperti itu, intinya justru "faktor makanan", dzikir itu nomor dua. Maksudnya faktor makanan adalah tergantung dari makanan yg dimakan, mungkin saja zatnya terlihat baik scr lahiriah tetapi buruk scr batiniah. halal dan toyyib itu yg pertama, yg kedua tdk terkontaminasi energi2 gaib, yg bersifat setara dengan energi jin, makanan spt ini muncul sbb makanan yg didoakan, maka apa doanya dan siapa yg berdoa, bs "merusak" makanan (ini utk kalangan khusus bukan urusan utk umum), sederhananya saya contohkan, ketika makanan itu didoakan oleh kyai yg fikirannya duniawi melulu, maka setan2 dari kyai itu masuk ke makanan, lalu dimakan org, ini merusak. Jika makanan itu sudah baik secara lahir dan batin zatnya, maka sel2 tubuh yg dihasilkan dari makanan spt ini sdh bs berdzikir dgn sendirinya, atau mendorong selalu kpd perkara baik. *maaf ini utk khusus, saya tdk menerima pertanyaan, tinggal percaya ya terserah, tdk jg terserah.....


16 Juni 2014 pukul 08.33 · 

---------


Jika hendak belajar ilmu Ketuhanan, maka janganlah membaca buku, berguru pada kertas benda mati. Bacalah kitab yang nyata, yang tiada keraguan lagi didalamnya. Lalu engkau akan mendapati mutiara2 alami sbg berkah atas penggalianmu, terbebas dari gelap dan ragu, terbebas dari tempurung2 yang mengurung jiwa dan membuatnya kerdildan tak mampu menampung universalitas. Kesemestaan terlalu luas adanya, engkau tak menampungnya jika terkurung tempurung sempit. Rajawali2 raksasa itu mampu menggapai tempat tinggi, dan mencakup wilayah yang luas, kuat menghadapi terpaan angin besar.


8 September 2017 pukul 00.48 · 

_________________

Fatwa Kehidupan 

Syekh Muhammad Zuhri | Abah Yolhan Wijaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat Hari Raya Idul Fitri 2026 M/1447 H.

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🕌✨ Di hari yang penuh kemuliaan ini, izinkan kami sekeluarga menghaturkan: Selamat Hari Ray...